Tautan-tautan Akses

Pemimpin Uni Eropa: Jangan Perlakukan Inggris sebagai Pembelot


Pemimpin Parlemen Eropa Martin Schulz di Brussels, Belgia (24/6). (Reuters/Eric Vidal)

Pemimpin Parlemen Eropa Martin Schulz di Brussels, Belgia (24/6). (Reuters/Eric Vidal)

Pemimpin Parlemen Eropa menyerukan agar pembicaraan dimulai sesudah musim panas berlalu dan jangan disertai sikap permusuhan.

Sementara tekanan dari pemimpin-pemimpin Eropa semakin besar pada Perdana Menteri Inggris yang baru, Theresa May, agar mempercepat jadwal keluarnya negara itu dari Uni Eropa, pemimpin Parlemen Eropa mengeluarkan pernyataan yang lebih bersahabat, dan menyerukan agar pembicaraan dimulai sesudah musim panas berlalu dan jangan disertai sikap permusuhan.

Menulis di harian The Guardian Selasa (12/7), Martin Schulz dari Jerman mengatakan, “Inggris jangan diperlakukan sebagai pembelot, tetapi sebagai anggota keluarga yang masih dicintai yang memutuskan untuk menuju arah yang lain.”

Dalam manuver terakhir guna menekan Inggris, kepala urusan ekonomi Komisi Eropa Pierre Moscovici mengatakan, May harus mempercepat pemisahan negaranya dari Uni Eropa setelah menjabat.

May yang akan resmi mejabat sebagai PM pada Rabu, telah mengatakan, dia tidak akan mulai perundingan eksit itu sebelum akhir tahun ini.

Menteri Luar Negeri Philip Hammond mengatakan Selasa, kemungkinan butuh waktu enam tahun untuk Inggris membebaskan diri dari Uni Eropa. [jm]

XS
SM
MD
LG