Tautan-tautan Akses

Rusia Kecam Rencana AS Tempatkan Militer di Eropa Timur


Pasukan Rusia melakukan Parade Kemenangan di Moskow memperingati 70 tahun kemenangan atas Nazi pada Perang Dunia II (foto: dok). Rusia mengancam akan mengerahkan lebih banyak pasukannya ke perbatasan.

Pasukan Rusia melakukan Parade Kemenangan di Moskow memperingati 70 tahun kemenangan atas Nazi pada Perang Dunia II (foto: dok). Rusia mengancam akan mengerahkan lebih banyak pasukannya ke perbatasan.

Rusia mengancam akan mengerahkan lebih banyak pasukannya ke perbatasan, jika AS menempatkan persenjataan berat dan tentara di Eropa Timur.

Seorang pejabat militer senior Rusia mengatakan akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke perbatasan barat negaranya jika Amerika memang menempatkan persenjataan berat dan tentara secara permanen di Eropa Timur dan negara-negara Baltik.

Kantor berita Rusia Interfax hari Senin (15/6) mengutip Jenderal Yuri Yakubov dari kementerian pertahanan yang mengatakan rencana Amerika itu, jika dilaksanakan, akan menjadi “langkah paling agresif oleh Pentagon dan NATO sejak Perang Dingin.”

Menurutnya, Rusia tidak punya pilihan selain “meningkatkan keberadaan tentara dan persenjataannya di bagian barat.”

Juru bicara Pentagon Kolonel Steve Warren hari Senin mengatakan penempatan tentara dan senjata seperti itu sebenarnya sudah lama dilakukan untuk kegiatan pelatihan.

Katanya, Departemen Pertahanan Amerika sedang mengkaji berbagai lokasi. Diminta menanggapi komentar Rusia, Warren mengatakan “langkah ini hanyalah untuk menempatkan perlengkapan agar bisa melakukan latihan secara lebih baik.”

Suratkabar New York Times hari Sabtu menulis bahwa, jika rencana itu disahkan, Amerika akan menempatkan tank-tank tempur dan hingga 5.000 tentara di Bulgaria, Estonia, Latvia, Lithuania, Romania, Polandia dan kemungkinan Hongaria.

Yakubov mengatakan Rusia akan menanggapinya dengan mengerahkan tambahan tank, artileri dan persenjataan udara. Ia menambahkan militer Rusia di Belarus juga akan dirombak besar-besaran.

Rencana Amerika itu adalah bagian dari upaya NATO mengembangkan program pengerahan tentara secara cepat yang disebut “Spearhead.” Program itu bertujuan mencegah intervensi militer lebih lanjut oleh Rusia menyusul dicaploknya semenanjung Krimea di Ukraina tahun lalu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG