Tautan-tautan Akses

Ratusan Lagi Pengungsi Suriah Masuk ke Turki

  • Edward Yeranian

Sedikitnya 600 pengungsi baru Suriah melarikan diri ke Turki setelah militer Suriah menggempur kota Khirbet al -Jouz hari Kamis.

Sedikitnya 600 pengungsi baru Suriah melarikan diri ke Turki setelah militer Suriah menggempur kota Khirbet al -Jouz hari Kamis.

Para pengungsi Suriah menghindari tindak kekerasan oleh pasukan Suriah yang menggempur Khirbet al-Jouz hari Kamis pagi, untuk memadamkan kerusuhan politik.

Para saksi mata mengatakan ratusan pengungsi melintas masuk ke Turki melarikan diri dari serangan militer. Pasukan Suriah menggempur desa Managh, wilayah perkampungan di utara kota bisnis Aleppo.

Seorang pria yang katanya tinggal dekat Khirbet al-Jouz mengatakan kepada televisi al Jazeera bahwa para penembak jitu Suriah “menembak secara membabi buta terhadap apapun yang terlihat bergerak“.

Seorang pengungsi mengatakan kepada televisi Reuters bahwa ia dan keluarganya melarikan diri karena ketakutan ketika pasukan Suriah menggempur desanya hari Kamis.

Ia mengatakan, “Tentara dan polisi masuk ke desa kami pagi hari dengan didukung 50 tank dan senjata berat. Mereka menghancurkan rumah-rumah kami.”

Tekin Kucukali, kepala Masyarakat Bulan Sabit Turki, mengatakan bahwa di Suriah saat ini diberlakukan keadaan darurat. Pengungsi datang ke Turki dari Suriah. Turki menerima banyak pengungsi lagi, sekitar 600 orang.

Sementara itu, televisi pemerintah Suriah mengatakan bahwa keluarga-keluarga “kembali” ke kota dekat situ, Jisr al-Shughour, yang direbut lagi oleh pasukan Suriah sepuluh hari lalu.

Presiden Bashar al-Assad mendesak pengungsi, dalam pidato hari Minggu, agar pulang ke rumah mereka, menjanjikan bahwa pemerintah tidak akan melakukan tindakan balas dendam.

Uni Eropa menyetujui sanksi-sanksi lebih jauh terhadap Suriah hari Kamis, dengan membekukan aset individu dan bisnis yang punya hubungan dengan pemerintahan Assad. Masyarakat Eropa membekukan aset 13 pejabat tinggi Suriah bulan Mei.

XS
SM
MD
LG