Tautan-tautan Akses

Wilayah-wilayah Pinggiran Damaskus Digempur Habis Pasukan Suriah

  • Edward Yeranian

Demonstran anti pemerintah unjuk rasa di jalan-jalan ibukota Damaskus setelah usai shalat Jumat (24/6).

Demonstran anti pemerintah unjuk rasa di jalan-jalan ibukota Damaskus setelah usai shalat Jumat (24/6).

Para saksi mata mengatakan pasukan keamanan Suriah bergerak masuk ke Kaswa di pinggiran Damaskus hari Sabtu, sehari setelah mereka mengepung wilayah itu dan menyerang para demonstran.

Sebuah video di Facebook menayangkan para demonstran muda melarikan diri masuk ke jalan sempit di Kaswa,di pinggir Damaskus ketika pasukan keamanan menggempur wilayah itu. Para saksi mata mengatakan tank-tank pemerintah mengepung sebagian besar wilayah Kaswa, memblokirnya dari kawasan-kawasan lain. Puluhan demonstran juga katanya ditangkap baik di Kaswa maupun di wilayah permukiman Barzeh.

Saluran satelit Arab menanyangkan video ribuan orang berkabung berjalan di sepanjang jalan utama di Kaswa hari Sabtu, menggotong peti jenazah tiga pemuda yang tewas dalam demonstrasi hari Jumat.

Seorang perempuan berpakaian serba hitam berteriak-teriak dan menjerit-jerit mengata-ngatai pemerintah Suriah sambil meratapi jenazah anak lelakinya yang berusia 13 tahun. Video di Facebook mengatakan anak itu ditembak oleh pasukan keamanan di Kaswa hari Jumat.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan bahwa “geng-geng bersenjata menembaki pasukan keamanan di Kaswa” hari Jumat, mencederai beberapa orang. Juga ditambahkan bahwa 7 warga sipil dan pasukan keamanan tewas dalam demonstrasi itu.

Televisi Suriah mengulangi daftar tuduhan terhadap para demonstran, menyatakan mereka “menyerang truk-truk, memblokir jalan-jalan, melempari batu-batu, dan menembaki pasukan keamanan”. Seorang pria di kota Jisr al-Shaghour juga mengatakan bahwa “geng-geng bersenjata menghalangi pengungsi kembali ke rumah mereka dari Turki.”

Lebih dari 12.000 pengungsi Suriah meninggalkan kamp-kamp pengungsi di Turki dalam beberapa minggu terakhir.

Hilal Khashan, yang mengajar ilmu politik di Universitas Amerika di Beirut, menegaskan bahwa Suriah lebih khawatir dengan kejatuhan rejimnya daripada dengan memancing konflik dengan Turki. Ia mengatakan pasukan Suriah mendekati perbatasan itu, meskipun ada perjanjian yang melarang tindakan itu.

Surat kabar Prancis Le Figaro juga melaporkan hari Sabtu bahwa kelompok militan Hezbollah di Lebanon memindahkan roket dan senjata-senjata lainnya dari Suriah ke Lebanon. Hezbollah, menurut surat kabar itu, khawatir mengenai kemungkinan jatuhnya rejim Suriah.

Pemimpin Hezbollah Sheikh Hassan Nasrallah mengatakan dalam pidato hari Jumat bahwa jatuhnya rejim Suriah merupakan “hadiah cuma-cuma bagi Israel dan Amerika,” dan memungkinkan mereka “memberlakukan kekuasaan mereka di kawasan itu.” Hezbollah termasuk dalam daftar teroris Departemen Luar Negeri Amerika.

XS
SM
MD
LG