Tautan-tautan Akses

Presiden Marah, Menteri Bergerak Atasi Kenaikan Harga

  • Iris Gera

Menteri Pertanian Suswono mengatakan optimis harga-harga akan turun dengan masuknya impor beberapa komoditas diantaranya daging sapi, cabai dan bawang merah. (Foto: Dok)

Menteri Pertanian Suswono mengatakan optimis harga-harga akan turun dengan masuknya impor beberapa komoditas diantaranya daging sapi, cabai dan bawang merah. (Foto: Dok)

Untuk menekan harga komoditas pangan, pemerintah mempercepat impor agar stok cukup dan harga segera turun.

Sari, seorang ibu rumah tangga di daerah Jakarta Selatan, mengatakan kesulitan memberi makanan bergizi bagi anak-anaknya yang masih bersekolah akibat harga komoditas pangan yang terus melonjak.

Ia bingung karena dengan uang Rp 65 ribu hanya bisa berbelanja lauk pauk seadanya karena harga-harga semakin tinggi.

“Cabai rawit, bawang merah, telur, ngeri sekali harganya. Hari ini 50 (Rp 50 ribu per kilogram), besok tidak segitu lagi. Sekarang di rumah seadanya, sayur kangung, oseng tauge, kasihan anak-anak,” ujarnya.

Sari merasa juga kecewa terhadap pemerintah yang terkesan tidak peduli terhadap masyarakat kurang mampu, bahkan ia menilai pemerintah tidak berdaya dalam mengendalikan harga-harga kebutuhan masyarakat.

Pada akhir pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kekecewaannya pada menteri-menterinya karena harga-harga belum juga berhasil turun. Bahkan dengan nada suara agak tinggi Presiden Yudhoyono menyampaikan kekesalannya kepada Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Pertanian Suswono.

“Lama, terus terang saya tidak sabar. Sama tidak sabarnya dengan rakyat. Saudara lihat pasar tidak? Saudara lihat media sosial tidak?” ujarnya pada rapat terbatas yang terbuka untuk pers di Bandar Udara Halim Perdanakusumah.

Kemarahan ini membuat beberapa menteri terlihat bergerak mengamankan harga pangan.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan pada pers di Jakarta, Selasa (15/7), ia optimis harga-harga akan turun dengan masuknya impor beberapa komoditas diantaranya daging sapi, cabai dan bawang merah.

Tiga jenis komoditas tersebut memang menjadi prioritas pemerintah untuk segera diimpor karena kenaikan harganya tidak wajar sejak dua pekan lalu.

Khusus daging sapi, menurut Suswono, dalam waktu dekat akan datang 3.000 ton dari Australia. Suswono berharap Badan Urusan Logistik (Bulog) sesegera mungkin mendistribusikan daging sapi tersebut agar stok cukup sehingga harga turun. Sementara untuk bawang dan cabai, pemerintah mengimpor masing-masing 4.000 ton, ujarnya.

“Bulog ya secepatnya begitu barang datang menurut saya segera lakukan, ya paling tidak besoknya mestinya bisa dilakukan,” ujarnya.

Selain impor daging sapi, pemerintah juga sudah menyiapkan 109 ribu ekor sapi siap potong untuk mencukupi stok di pasar-pasar hingga menjelang Hari Raya Idul fitri. Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan optimistis harga daging sapi saat ini sekitar Rp 110 ribu per kilogram akan kembali turun keharga semula sekitar Rp 80 ribu per kilogram.

“Sebanyak 109 ribu ekor sapi ini sudah mulai, itu 30 persen sudah dipotong, dan sisanya 70 persen akan dilakukan pemotongan sampai menjelang hari H,” ujarnya.

Upaya menjaga stok dan menurunkan harga komoditas pangan juga ditegaskan Menteri Perindustrian, MS. Hidayat, yang mengatakan akan bekerjasama dengan para pengusaha sektor hortikultura maupun pengusaha makanan dan minuman kemasan untuk segera medistribusikan berbagai kebutuhan hingga ke daerah-daerah.

“Mengamankan misi kita menjelang Lebaran, dapat kita amankan harga-harga kebutuhan pokok terutama yang menyangkut kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat kecil,” ujarnya.
XS
SM
MD
LG