Tautan-tautan Akses

Polisi Indonesia Tahan 2 Orang terkait Rencana Pemboman Tahun Baru


Polisi khusus anti teror Densus 88 saat menangkap tersangka teroris yang baru tiba di bandara Jakarta (foto: dok). Polisi menahan dua pria terkait rencana serangan bunuh diri perayaan Tahun Baru 2016 di Jakarta.

Polisi khusus anti teror Densus 88 saat menangkap tersangka teroris yang baru tiba di bandara Jakarta (foto: dok). Polisi menahan dua pria terkait rencana serangan bunuh diri perayaan Tahun Baru 2016 di Jakarta.

Polisi mengatakan mereka menahan dua pria, termasuk seorang anggota minoritas Uighur hari Jumat (25/12), terkait rencana serangan bunuh diri Tahun Baru di Jakarta.

Polisi Indonesia hari Jumat (25/12) mengatakan mereka menahan dua pria, termasuk seorang anggota minoritas Uighur, China atas dugaan terlibat dalam rencana serangan bunuh diri pada Tahun Baru ini di Jakarta.

Seorang di antaranya, Arif Hidayatullah ditangkap dekat Jakarta karena menyetir mobil bodong dan di dalam mobilnya ditemukan beberapa buku tentang cara membuat bom, menurut sebuah dokumen yang dilihat oleh AFP.

Satuan anti-teror menggerebek rumah Arif di Jawa Barat, di mana tim anti-teror itu menangkap seorang Uighur, disebut bernama Alli. Seperti dilansir oleh AP dalam penggerebekan itu polisi juga menyita sebuah rompi untuk serangan bunuh diri dan perlengkapan untuk merakit bom.

Hari Senin (21/12) polisi telah menangkap lima tersangka anggota sebuah sel terkait dengan kelompok ISIS, dan empat terkait dengan jaringan teror Jemaah Islamiyah, yang bertanggung jawab atas beberapa serangan besar di Indonesia.

Indonesia kali ini menggelar lebih dari 150-ribu personil militer dan polisi semasa Natal dan Tahun Baru. Pengamanan juga diperketat di berbagai bandara setelah adanya ancaman terhadap salah satu bandara di Jakarta.

Seorang sumber polisi, yang tidak ingin disebut namanya, mengatakan Alli, warga Uighur itu, diduga adalah pembuat bom dan dipilih untuk melancarkan serangan bunuh diri tersebut. Arif Hidayatullah memberitahu polisi ia mendapat instruksi dari seseorang bernama Bahrunnaim, seorang militan yang menetap di Suriah, untuk membantu warga Indonesia yang ingin bergabung dengan ISIS. [is]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG