Tautan-tautan Akses

Polisi Australia Gagalkan Rencana Serangan Teror Hari Natal


Dua wanita berdiri di dekat seorang polisi yang tengah memblokir jalan saat menggeledah sebuah rumah di pinggiran Melbourne Meadow Heights, Australia, 23 Desember 2016. (AAP/Julian Smith/via REUTERS)

Dua wanita berdiri di dekat seorang polisi yang tengah memblokir jalan saat menggeledah sebuah rumah di pinggiran Melbourne Meadow Heights, Australia, 23 Desember 2016. (AAP/Julian Smith/via REUTERS)

Serangan itu direncanakan akan dilangsungkan terhadap sejumlah tempat populer di Melbourne, kota terbesar kedua di Australia, termasuk Stasiun Kereta Flinders Street dan Katedral St. Paul.

Polisi di Australia mengatakan, mereka berhasil menggagalkan rencana serangan teror di kota Melbourne pada hari Natal. Sejauh ini, lima orang telah ditahan terkait rencana itu.

Para tersangka ditangkap di sebuah kawasan dipinggiran Melbourne. Di negara bagian Victoria. Empat dari mereka adalah warga keturunan Lebanon yang dilahirkan di Australia, sementara seorang lainnya warga Australia keturunan Mesir. Seorang pria dan seorang perempuan lain juga ditahan dalam penggerebekan itu, namun kemudian dibebaskan tanpa tuduhan.

Polisi mengatakan, serangan yang direncanakan itu diinspirasikan oleh kelompok ISIS. Menteri utama Victoria Daniel Andrews menggambarkan konspirasi itu aksi jahat sementara para penyelidik mengatakan, mereka menyita bom-bom yang masih dalam proses perakitan.

Serangan itu direncanakan akan dilangsungkan terhadap sejumlah tempat populer di Melbourne, kota terbesar kedua di Australia, termasuk Stasiun Kereta Flinders Street dan Katedral St. Paul.

PM Australia Malcolm Turnbull mengatakan, sebuah konspirasi teroris dengan kekerasan telah digagalkan. Ia menambahkan, ancaman ekstrimisme internasional sedang meningkat.

"Kita menyaksikan adanya ancaman teroris global di berbagai penjuru dunia; serangan truk di Berlin sebelumnya pekan ini dan serangan-serangan teroris serupa di banyak wilayah lain dalam beberapa pekan terakhir, termasuk di Nigeria, Yaman, Turki, Somalia, Mesir dan Yordania. Terorisme Islamis adalah tantangan global yang mengganggu kita semua, tapi kita tidak boleh terintimidasi oleh teroris,” kata PM Australia Malcolm Turnbull.

Lebih jauh Turnbull mengatakan, para teroris itu ingin menakut-nakuti warga Australia, memecah belah rakyat Australia, dan menyebarkan kebencian. Ia menegaskan, Australia tidak akan membiarkan para teroris itu melakukannya.

Penangkapan para tersangka tersebut menyusul penyelidikan yang telah berlangsung lama oleh kepolisian Victoria, kepolisian federal Australia dan badan-badan keamanan. Sekitar 400 petugas keamanan dikerahkan dalam pengerebekan itu yang berlangsung dari Kamis malam hingga Jumat pagi.

Menyusul kasus ini, keamanan akan ditingkatkan di lokasi-lokasi populer di Melbourne, termasuk stadion Melbourne Cricket Ground di mana akan berlangsung pertandingan kriket antara Australia dan Pakistan pada hari yang dikenal sebagai "Boxing Day" dan menarik sekitar 100 ribu pengunjung.

Kepala Kepolisan Victoria, Graham Ashton. mengatakan operasi pengamanan ini akan melibatkan tidak hanya Kepolisian Victoria dan Polisi Federal Australia, melainkan juga Dinas intelijen Australia.

Andrews memberikan jaminan kepada warga bahwa polisi akan tetap waspada selama perayaan natal dan tahun baru. Ia menjanjikan, “Masyarakat Victoria harus bisa merayakan momen spesial akhir tahun ini sebagaimana seharusnya.” [ab/uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG