Tautan-tautan Akses

Playboy Tak Akan Lagi Tampilkan Foto Bugil


Pendiri dan pemimpin redaksi Playboy, Hugh Hefner dan tunangannya, model Playboy Crystal Harris, di Hollywood, California. (Foto: dok)
Pendiri dan pemimpin redaksi Playboy, Hugh Hefner dan tunangannya, model Playboy Crystal Harris, di Hollywood, California. (Foto: dok)

Playboy tidak akan lagi menerbitkan foto-foto perempuan bugil, karena merasa itu sudah ketinggalan zaman di era pornografi Internet ini.

Sekarang para pembaca Playboy, majalah pria mengilap yang dikenal dengan rangkaian foto tanpa busana di bagian tengah media itu, bisa jujur mengatakan bahwa mereka membeli majalah itu untuk membaca artikel-artikelnya.

Playboy tidak akan lagi menerbitkan foto-foto perempuan bugil, menurut laporan New York Times hari Senin (12/10) yang mengutip Scott Flanders, kepala eksekutif perusahaan penerbit majalah.

Pendiri dan pemimpin redaksi Hugh Hefner, 89, yang dengan ciri khas piyama sutranya telah mewakili gaya hidup Playboy, bulan lalu menyetujui saran editor Cory Jones untuk berhenti menerbitkan gambar-gambar perempuan tanpa busana, menurut Times.

Di saat setiap remaja pria memiliki ponsel yang terhubungkan dengan Internet dan dunia maya dipenuhi pornografi, majalah itu memilih untuk terus menampilkan perempuan dalam pose-pose provokatif, hanya saja tidak sepenuhnya bugil, tulis Times.

"Sekarang tinggal satu klik saja orang bisa melihat aksi seksual secara gratis," ujar Flanders seperti dikutip Times. "Jadi sudah ketinggalan zaman saat ini."

Majalah yang menampilkan Marylin Monroe dalam sampul perdananya tahun 1953 itu membuat perubahan setelah sirkulasi jatuh dari 5,6 juta tahun 1975 menjadi sekitar 800.000 saat ini.

Setelah keberhasilan awal, majalah itu diserang oleh sayap politik kanan karena foto-foto telanjangnya dan dari sayap kiri oleh para feminis yang mengatakan bahwa perempuan hanya dijadikan obyek seks.

Beberapa perubahan masih diperdebatkan, termasuk apakah masih akan ada gambar-gambar di bagian tengah. Kolom seks majalah Playboy akan diasuh perempuan, yang akan menulis secara antusias mengenai seks, ujar Jones pada Times.

Majalah itu selalu menarik kelompok intelektual dengan penulis-penulis top seperti Kurt Vonnegut, Joyce Carol Oates, Vladimir Nabokov, James Baldwin dan Alex Haley untuk para pembaca pria yang mengatakan mereka tidak membeli majalah itu sekedar melihat gambar-gambarnya.

Wawancara-wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh bersejarah seperti Fidel Castro, Martin Luther King Jr., Malcolm X dan John Lennon juga rutin ditampilkan.

"Jangan salah. Remaja 12 tahun dalam diri saya sangat kecewa dengan saya sekarang ini. Tapi ini langkah yang tepat untuk diambil," ujar Jones mengenai keputusan untuk menghapus gambar-gambar bugil.

Playboy tidak segera menanggapi permintaan kantor berita Reuters untuk komentar. [hd/eis]

XS
SM
MD
LG