Tautan-tautan Akses

AS

Google Hapus 'Foto Porno Balas Dendam'


Logo Google di kantor pusat di Brussels, 23 Maret 2010.

Logo Google di kantor pusat di Brussels, 23 Maret 2010.

Perusahaan teknologi AS Google mengatakan berencana untuk memenuhi permintaan untuk menghapuskan gambar-gambar telanjang atau eksplisit secara seksual dari mesin pencarian internetnya untuk menindak apa yang diketahui sebagai “foto porno balas dendam.”

Istilah itu merujuk pada gambar-gambar yang dimuat secara online, seringkali oleh mantan pasangan usai putus hubungan, oleh pemeras yang menuntut uang tebusan untuk menghapus gambar-gambar itu, atau oleh para peretas yang mencuri foto-foto itu dari akun pribadi orang dan mengunggahnya di beragam situs.

Amit Singhal, wakil presiden senior Google urusan pencarian, dalam sebuah blog hari Jumat (19/6) mengatakan, “gambar-gambar porno balas dendam sangat merugikan secara personal dan emosional, dan hanya bertujuan merendahkan korban, kebanyakan perempuan.”

Awal tahun ini, situs jaringan sosial Twitter mengambil langkah serupa, melarang “foto atau video intim yang diambil atau disebarkan tanpa persetujuan subyeknya.” Forum sosial Reddit juga telah memperbarui kebijakan privasinya agar konten semacam itu tidak dimuat tanpa ijin subyeknya.

UU yang melarang gambar-gambar porno balas dendam telah disahkan di sedikitnya 17 negara bagian. Anggota Kongres dari California Jackie Speier ingin mengupayakan agar tindakan memuat foto-foto porno untuk balas dendam itu sebagai kejahatan federal.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG