Tautan-tautan Akses

Pekerja Indonesia Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah

  • Kate Lamb

Para pekerja Indonesia membawa 'gurita' sebagai lambang keserakahan kelompok kapitalis, dalam demo Hari Buruh di Jakarta (1/5).

Para pekerja Indonesia membawa 'gurita' sebagai lambang keserakahan kelompok kapitalis, dalam demo Hari Buruh di Jakarta (1/5).

Namun, para analis mengatakan Indonesia masih jauh untuk mengatasi reputasi sebagai negara yang membayar buruh dengan upah yang rendah.

Datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti demonstrasi besar itu, ribuan buruh berbaris dengan damai di sepanjang jalan utama Jakarta untuk menyampaikan pesan mereka ke istana presiden hari Selasa.

Di antara kerumunan itu adalah Dede Rasani, 45 tahun, pekerja pabrik dari Bandung dan anggota Federasi Serikat Pekerja Indonesia.

Dede Rasani mengatakan pemerintah mengabaikan hak-hak pekerja dan gagal menerapkan undang-undang ketenagakerjaan dengan benar.

Pemerintah, menurutnya, harus meningkatkan upah minimum, mengatur pembayaran pensiun dan menghilangkan pekerja kontrak.

Protes hari Selasa itu adalah yang terbaru dalam serangkaian protes di Indonesia pada tahun terakhir ini.

Keberhasilan pekerja di pertambangan Freeport Papua Barat, baru-baru ini yang mendapat kenaikan upah 37 persen setelah pemogokan buruh selama tiga bulan, telah mendorong kaum buruh di seluruh Indonesia untuk bangkit.

Pada bulan Februari, 20.000 pekerja pabrik di Jawa Barat menuntut upah minimum mereka ditingkatkan, dan mereka menang. Kemenangan mereka telah memicu kemenangan serupa di delapan provinsi lain.

Produsen sepatu olahraga Nike baru-baru ini dipaksa untuk membayar pekerja lokal 1 juta dolar AS untuk lembur yang belum dibayar. Ada juga kontroversi baru atas tuduhan bahwa seragam untuk Olimpiade di London dibuat di pabrik-pabrik yang memperkerjakan buruh dengan upah rendah di Indonesia.

Namun meskipun jumlah protes meningkat, ekonom Fauzi Ichsan mengatakan Indonesia sebagai sumber yang besar untuk tenaga kerja murah melemahkan kemungkinan peningkatan hak-hak pekerja.

"Fakta bahwa pengangguran dan setengah pengangguran ada di negara ini dan merupakan 30 persen dari angkatan kerja berarti akan selalu ada orang yang bersedia mengambil pekerjaan dengan gaji rendah, lebih kecil dari upah minimum .... dan ini akan membatasi gerakan buruh resmi,” papar Ichsan.

Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat tetapi pekerja pabrik di Indonesia masih tetap merupakan salah satu dari negara-negara di Asia dengan gaji terendah, antara 100 sampai 200 dolar AS per bulan - lebih rendah dari Tiongkok, India, Malaysia dan Thailand.

Banyak perusahaan mempekerjakan pekerja kontrak untuk menghindari kewajibandalam hukum perburuhan. Tetapi bahkan jika tingkat pekerja kontrak ini jatuh, ada kekhawatiran perusahaan-perusahaan asing hanya akan menemukan tenaga kerja murah di tempat lain.

Ichsan mengatakan meskipun serikat-serijkat pekerja mendapatkan “kemenangan baru-baru ini”, negara ini masih jauh dari jenis upaya-upaya koordinasi yang telah membentuk hak-hak pekerja di tempat lain.

"Tidak bisa dibandingkan gerakan buruh di Indonesia dengan yang di Eropa Barat misalnya, yang melakukan pemogokan luas. Ini belum terjadi di negara ini,"kata Ichsan.

Sementara serikat buruh Indonesia masih terkotak-kotak, tujuh organisasi buruh baru-baru ini mengumumkan mereka akan membentuk organisasi payung nasional.

Menanggapi unjuk rasa hari Selasa tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan batas pendapatan yang lebih tinggi yang baru yang tidak dikenai pajak, dan juga usaha menyediakan perumahan murah bagi para pekerja.
XS
SM
MD
LG