Tautan-tautan Akses

Pemprov Bali Bertekad Jadikan Bali sebagai Pulau Organik


Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan penjelasan dalam dialog awal tahun di Denpasar, Sabtu petang (7/1).
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan penjelasan dalam dialog awal tahun di Denpasar, Sabtu petang (7/1).

Menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dalam dua hingga tiga tahun ke depan target Bali sebagai pulau organik diharapkan sudah terimplementasi.

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan untuk menjadikan Bali sebagai pulau organik. Pemerintah provinsi Bali juga menargetkan implementasi pulau organik tersebut telah terealisasi dalam dua hingga 3 tahun ke depan.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada keteranganya dalam dialog awal tahun pada Sabtu petang di Denpasar menyatakan telah menyediakan dana mencapai Rp. 4 miliar bagi subsidi pupuk organik sebagai upaya untuk mewujudkan Bali sebagai pulau organik.

Selain itu, pemerintah provinsi Bali juga telah meluncurkan program system pertanian terintegrasi (Simantri). Sistem ini merupakan integrasi antara pertanian, perkebunan dan peternakan yang bersinergi menjadi satu. Pastika mengungkapkan Bali memerlukan 1.000 unit simantri untuk mewujudkan Bali sebagai pulau organik

Made Mangku Pastika menjelaskan, “Saya katakan tadi, sekurang-kurangnya ada 1.000 unit di Bali, baru akan kelihatan betul hasilnya, sekarang baru 200 unit, secara bertahap ini harus di evaluasi, karena disatu pihak petani ingin hasil yang cepat dengan pupuk kimia, sementara hasil organik belum bisa dipasarkan dengan harga yang lebih baik.”

Sedangkan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali Nyoman Suparta berharap impelementasi pertanian organik dilakukan secara bertahap untuk menghindari penurunan produksi secara drastis. Selain itu harus dipastikan pupuk organik yang digunakan juga berasal dari produksi petani.

“Penyiapan kemampuan menghasilkan pupuk organik sendiri, saya kurang setuju kalau itu dibeli dari perusahaan atau pabrik, pastikan dibuat dari petani, supaya kekuatannya dari mereka sendiri, “ ujar Nyoman Suparta.

Sementara, peneliti pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana Dr. Alit Susanta Wirya menegaskan upaya mewujudkan pertanian organik di Bali juga harus didukung dengan penyediaan pasar organik. Apalagi selama ini sangat sulit bagi hasil pertanian organik Bali untuk mampu menembus pasar hotel yang ada di Bali

Dr. Alit Susanta Wirya mengatakan, “Kalau kita lihat produk-produk yang digunakan di hotel , itu juga sedikit sekali menggunakan produk-produk lokal, sehingga pembenahannya kita harus menguatkan pertanian, saya pinginya di tiap kabupaten itu ada pasar-pasar produk pertanian Bali yang benar-benar profesional.”

Implementasi pertanian organik Bali dengan sistem Simantri diharapkan tidak hanya menjadikan Bali sebagai pulau organik tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi para petani. Sebab melalui sistem Simantri petani tidak saja mendapatkan penghasilan dari hasil pertanian tetapi juga dari penjualan pupuk organik, hasil ternak dan hasil pemanfaatan biogas.

XS
SM
MD
LG