Tautan-tautan Akses

Georgia Selenggarakan Pemilu Parlemen Hari Senin


Milioner Gerogia Bidzina Ivanishvili, kiri, berpidato di depan para pendukungnya pada rapat akbar di Tbilisi, Georgia (29/9).

Milioner Gerogia Bidzina Ivanishvili, kiri, berpidato di depan para pendukungnya pada rapat akbar di Tbilisi, Georgia (29/9).

Warga di Georgia akan memilih anggota parlemen baru hari Senin. Parlemen baru itu akan memilih Perdana Menteri yang dilengkapi kekuasaan seperti Presiden.

Bidzina Ivanishvili hidup tenang sebagai orang terkaya di Georgia. Sekarang, ia punya wajah baru dan suara baru dalam panggung politik negara itu.

Pemilu parlemen hari Senin akan menguji apakah Ivanishvili bisa mengubah miliaran dolar kekayaannya menjadi suara dukungan baginya. Koalisi Mimpi Georgia yang diketuainya gigih menantang partai yang lama berkuasa yang dipimpin Presiden Mikheil Saakashvili.

Georgia merupakan ranah demokrasi di wilayah bekas Uni Sovyet, tidak ada yang tahu siapa yang akan memenangkan pemilu hari Senin.

Jumat malam Presiden Saakashvili membuat stadium terbesar di negara itu dipadati 55.000 pendukungnya, banyak yang datang dengan bus dari berbagai provinsi. Ia telah menguasai politik Georgia sejak memelopori Revolusi Mawar 2003 menentang kecurangan pemilu parlemen.

Namun, tahun 2008 dukungan rakyat bagi Presiden Saakashvili tergoncang ketika pasukan Rusia menyerbu Georgia. Empat tahun kemudian, tentara Rusia masih bercokol di dua provinsi pecahan Georgia.

Minggu lalu. Saakashvili terpukul lagi ketika saluran-saluran televisi kelompok oposisi menanyangkan gambar sipir-sipir penjara Tbilisi memukuli dan memerkosa para tahanan.

Presiden Saakashvili memecat menteri dalam negeri, namun demontrasi besar mahasiswa segera pecah di ibukota.

Di Tblisi, Kepala Yayasan Georgia untuk Kajian Strategis dan Internasional, Alexander Rondeli, mengatakan video-video di penjara itu mengakibatkan pukulan politis yang serius.

“Partai yang berkuasa tidak punya cukup waktu untuk menetralkan pukulan ini, jadi pukulan ini serius. Seberapa seriusnya, kita lihat saja hasil pemilu nanti ,” ujarnya.

Berang atas pelecahan di penjara, ribuan mahasiswa segera mengalihkan dukungan mereka bagi Ivanishvili. Hari Sabtu, kampanye Ivanishvili, ditutup dengan rapat akbar oleh sekitar 100.000 orang di alun-alun ibukota.

Dengan berakhirnya kampanye, masa depan politik Georgia sekarang berada di tangan para pemilih.
XS
SM
MD
LG