Tautan-tautan Akses

Pemerintah Mesir Tangkap Pemimpin Ikhwanul Muslimin


Pemimpin Ikhwanul Muslimin, Mohammed Badie, berbicara dalam sebuah protes di Kairo (5/7).

Pemimpin Ikhwanul Muslimin, Mohammed Badie, berbicara dalam sebuah protes di Kairo (5/7).

Mohamed Badie ditahan dari sebuah apartemen di Nasr City, timur laut Kairo, dan menghadapi tuduhan memicu kekerasan berdarah sebelum kudeta militer.

Pemerintah Mesir telah menangkap pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie, meningkatkan serangan terhadap kelompok tersebut menyusul kudeta militer atas presiden Mohamed Morsi.

Badie, 70, dibawa ke tahanan pada Selasa dini hari (20/8) dari sebuah daerah di Kairo timur tempat pendukung Morsi berminggu-minggu melakukan protes melawan pemerintahan sementara Mesir.

Badie dijadwalkan menghadapi persidangan 25 Agustus bersama pemimpin-pemimpin Ikhwanul lainnya. Pihak berwenang menuduh mereka memicu kekerasan berdarah di luar markas kelompok tersebut Juni, beberapa hari sebelum militer menggulingkan Morsi.

Sejak kudeta 3 Juli, jumlah resmi korban tewas karena kekerasan di seluruh Mesir telah melewati 1.000 orang. Ikhwanul Muslimin mengatakan jumlah korban lebih banyak lagi.

Terduga militan Islamis telah menyerang dan membunuh 24 polisi Senin pagi di Semenanjung Sinai.

Beberapa jam sebelumnya, polisi dekat Kairo menewaskan 36 tahanan Islamis yang diduga mencoba melarikan diri. Pihak berwajib mengatakan tahanan-tahanan tersebut sesak napas karena gas air mata.

Departemen Luar Negeri AS pada Senin mengecam semua tindak kekerasan di Mesir, namun menyebut kematian tahanan "mencurigakan." Juru bicara Deplu Jen Psaki mengatakan AS yakin semua pihak harus terlibat dalam mendorong Mesir maju.

Juga pada Senin, seorang pengacara dari mantan presiden Mesir Hosni Mubarak mengatakan kliennya akan segera dibebaskan. Fareed el-Deeb mengatakan pengadilan telah membebaskan Mubarak dari semua tuduhan bahwa ia dan putra-putranya mencuri uang negara. Sumber-sumber yudisial belum menegaskan klaim ini.

Mubarak, 85, masih menghadapi sidang ulang atas tuduhan bahwa ia gagal mencegah kematian para demonstran dalam gerakan "Kebangkitan Arab" yang menggulingkannya dari kekuasaan pada 2011.
XS
SM
MD
LG