Tautan-tautan Akses

Pemberontak Suriah Skeptis dengan Gencatan Senjata


Bangunan di Aleppo, Suriah porak-poranda pasca serangan udara pasukan pemerintah (9/9).

Bangunan di Aleppo, Suriah porak-poranda pasca serangan udara pasukan pemerintah (9/9).

Setelah serangan udara pasukan Suriah hari Senin (12/9), pemberontak mengatakan gencatan senjata itu hanya bertujuan untuk memperkuat rejim Presiden Bashar Al-Assad.

Gencata senjata yang dimediasi Amerika-Rusia mulai diberlakukan hari Senin (12/9), beberapa jam setelah pesawat-pesawat tempur pemerintah melancarkan serangan udara di sekitar Aleppo dan beberapa propinsi lain di Suriah, memicu skeptisisme dan kemarahan di antara para pemimpin pemberontak yang sudah sangat mencurigai perjanjian itu. Mereka mengatakan gencatan senjata itu hanya bertujuan untuk memperkuat rejim Presiden Bashar Al-Assad.

Kelompok oposisi bersenjata Suriah menyampaikan sejumlah tuntutan dan permintaan klarifikasi kepada Amerika tentang penghentian permusuhan hari Senin yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Presiden Assad tidak membantu upaya supaya kelompok pemberontak ikut menyetujui perjanjian itu dengan mengatakan bahwa ia akan merebut kembali seluruh wilayah Suriah.

Stasiun televisi pemerintah Suriah memperlihatkan Assad mengunjungi Daraya – sebuah daerah di pinggiran Damaskus yang bulan lalu direbut kembali oleh pasukan pemerintah. Pemimpin Suriah itu tampak sholat bersama beberapa pejabat di sebuah mesjid di Daraya dan dalam wawancara yang disiarkan stasiun televisi itu ia mengatakan “Suriah bertekad merebut kembali setiap daerah dari para teroris”.

Assad menambahkan tentara akan terus melanjutkan operasi “tanpa ragu-ragu, lepas ada tidaknya kondisi-kondisi internal atau eksternal tertentu”.

Sejumlah pemimpin pemberontak hari Minggu (11/9) mengkritisi perjanjian gencatan senjata itu, tetapi tidak mengatakan bahwa mereka menolaknya.

Kelompok ultra-konservatif Ahrar Al Sham – yang bersekutu dengan Front Jabhat Fateh Al-Sham atau dulu dikenal sebagai Front Jabhat Al-Nusra yang pernah menjadi afiliasi Al Qaida – hari Minggu mengumumkan tidak akan menghormati perjanjian gencatan senjata itu. Kelompok itu mengecam perjanjian sebelumnya tetapi tidak benar-benar menolak perjanjian tersebut. [em/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG