Tautan-tautan Akses

Pemberontak Libya Tuduh NATO Gagal Lancarkan Serangan Udara


Para pemberontak Libya yang mengalami luka-luka dirawat di rumah sakit kota Ajdabiyah.

Para pemberontak Libya yang mengalami luka-luka dirawat di rumah sakit kota Ajdabiyah.

Penundaan serangan udara oleh NATO di kota Misrata bagian barat Libya dinilai telah menyebabkan kematian warga sipil.

Kepala pasukan pemberontak Libya telah mengecam NATO karena gagal melancarkan serangan udara segera di Misrata bagian barat, dengan mengatakan penundaan tersebut menyebabkan kematian warga sipil.

Abdel Fattah Younes mengatakan NATO bergerak sangat lambat, membuat pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Moammar Gaddafi untuk meningkatkan serangan. Ia mengatakan ia mungkin akan mendesak para pemimpin pemberontak untuk menyampaikan keluhan-keluhan kelompok oposisi kepada Dewan Keamanan PBB, yang mengijinkan pasukan di Libya untuk menghentikan pasukan pemerintah melukai warga sipil.

Para pejabat NATO mengatakan kekuatan udara di atas Libya tidak berkurang, tetapi Gaddafi telah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dan menyembunyikan persenjataannya di wilayah-wilayah padat penduduk.

Kepala Operasi Sekutu – Brigadir Jendral Mark Van Uhm mengatakan di Misrata, pihak sekutu telah “benar-benar mengkonfirmasikan” bahwa tank-tank telah disebar dan manusia digunakan sebagai perisai “untuk mencegah pasukan NATO mengidentifikasi dan mentargetkan aset-aset tersebut”.

Para pemimpin pemberontak menyangkal klaim Van Uhm bahwa warga sipil berada di seluruh wilayah dimana pasukan pro-Gaddafi ditempatkan.

Dalam perkembangan terakhir, NATO telah menepiskan kecaman para pemberontak Libya terlambatnya serangan udara NATO terhadap pemimpin Libya Moammar Gaddafi, selagi para pemberontak mendesak mundur pasukan pro-Gaddafi dan berhasil maju ke dekat pelabuhan minyak Brega – Libya timur.

Juru bicara NATO Oana Lungescu hari Selasa mengatakan “kecepatan operasi sejak NATO mengambil alih belum berubah”. Pasukan sekutu melaporkan serangan udara koalisi telah menghancurkan 30 persen kekuatan militer Libya sementara memberlakukan zona larangan terbang yang diijinkan PBB dengan maksud melindungi warga sipil.

Tuduhan-tuduhan para pemberontak tersebut muncul selagi pasukan yang setia kepada Gaddafi memukul mundur mereka beberapa hari ini sewaktu perang di dekat kota minyak Brega di bagian timur. Kedua pihak saling menembak hari Selasa, sehari setelah para pemberontak mengambil alih bagian kota yang ditinggali penduduk.

XS
SM
MD
LG