Tautan-tautan Akses

NATO Selidiki Laporan Serangan Udaranya Tewaskan Pemberontak Libya


Kendaraan militer para pemberontak Libya yang terkena serangan udara NATO Jumat malam (1/4), menewaskan 10 pemberontak.

Kendaraan militer para pemberontak Libya yang terkena serangan udara NATO Jumat malam (1/4), menewaskan 10 pemberontak.

Serangan NATO Jumat malam menghantam konvoi pejuang pemberontak Libya di dekat kota Brega, menewaskan 13 orang.

NATO menyatakan sedang menyelidiki pernyataan bahwa serangan udara koalisi mengenai konvoi pejuang pemberontak di Libya dekat kota minyak Brega di sebelah timur, menewaskan 13 orang.

Para saksi mengatakan, seseorang di kelompok pejuang telah melepaskan tembakan anti-serangan udara sebelum serangan udara Jumat malam, meskipun tidak jelas apakah tembakan itu ditembakkan oleh pasukan pemberontak yang merayakan kemenangan atau oleh yang setia kepada pemimpin Libya Moammar Gaddafi yang telah menyusup ke dalam kelompok itu.

Menurut para saksi mereka melihat sedikitnya empat kendaraan yang terbakar setelah serangan udara Jumat. Juru bicara oposisi Abdel-Hafids Ghoga mengatakan serangan tersebut merupakaan kecelakaan. Perwakilan pemberontak lainnya, Mustafa Ghariani, memberitahu kantor berita Reuters bahwa para pejuang masih mendukung penggunaan serangan udara.

Konvoi tersebut sedang menuju Brega, salah satu kota minyak di sepanjang pantai Laut Tengah yang telah pindah tangan dari pemberontak ke tentara pro-Gaddafi beberapa kali sejak pertempuran mulai pertengahan Februari.

Pasukan pro-Gadhafi sebagian besar bisa melawan pemberontak yang bersenjata ringan dan memiliki latihan buruk di Brega, meskipun pemberontak dikatakan telah menguasai kawasan disekitar universitas Brega.

Pejuang pemberontak yang tidak terlatih baik berusaha mengatur diri menjadi pasukan yang lebih disiplin, dan mengirim mantan para panglima militer ke garis depan untuk memimpin pertempuran.

NATO hari Sabtu mengatakan sedang menyelidiki klaim bahwa sebuah serangan udara koalisi mengenai konvoi pejuang pemberontakan di Libya dekat kota penghasil minyak Brega dan menewaskan 13 orang.

Para saksi mengatakan seseorang dalam kelompok pejuang itu melepaskan tembakan anti-pesawat ke udara sebelum serangan terjadi Jumat malam. Tidak jelas apakah tembakan oleh pemberontak merupakan perayaan atau oleh pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Moammar Gadhafi yang telah menyusup masuk ke kelompok itu.

Jurubicara oposisi Abdel-Hafids Ghoga mengatakan serangan itu merupakaan kecelakaan. Perwakilan pemberontak lainnya, Mustafa Ghariani, memberitahu kantor berita Reuters bahwa para pejuang masih mendukung penggunaan serangan udara.

Konvoi itu sedang menuju masuk Brega, satu dari beberapa kota penghasil minyak disepanjang pantai Mediterania yang telah bekali-kali berpindah tangan dari pemberontak ke pemerintah sejak bentrokan pecah pada pertengahan Februari.

Pasukan pro-Gadhafi sebagian besar bisa melawan pemberontak yang bersenjata ringan dan memiliki latihan buruk di Brega, meskipun pemberontak dikatakan telah menguasai kawasan disekitar universitas Brega.

Pemberontak tengah berusaha mengatur agar mereka menjadi pasukan yang lebih disiplin dan mengerahkan sejumlah bekas komandan militer ke garis depan untuk memimpin pertempuran.

XS
SM
MD
LG