Tautan-tautan Akses

Italia Negara Ketiga yang Akui Pemberontak Libya


Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini

Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini

Italia mengikuti jejak Perancis dan Qatar dalam mengakui Dewan Transisi Nasional sebagai satu-satunya wakil yang sah bagi rakyat Libya.

Italia menjadi negara ketiga yang menyatakan dewan sementara pemberontak Libya sebagai satu-satunya pemerintah yang sahdi negara Afrika Utara tersebut. Ini merupakan pukulan cukup telak terhadap usaha-usaha diplomatik pemerintahan Moammar Gaddafi lewat dua putranya.

Di Roma, Senin, Menteri Luar Negeri Franco Frattini mengatakan Italia telah memutuskan untuk mengakui Dewan Transisi Nasional sebagai satu-satunya wakil yang sah bagi rakyat Libya. Frattini menambahkan bahwa Italia berencana untuk mengirim seorang utusan ke basis pemberontak di kota Benghazi, Libya Timur, dalam beberapa hari lagi.

Italia mengikuti jejak Perancis dan Qatar dalam mengakui dewan oposisi Libya. Frattini menyambut baik utusan pemberontak Ali al-Essawi, yang mengatakan gagasan menggantikan Gaddafi lewat salah seorang putranya tidak dapat diterima.

Harian AS The New York Times telah melaporkan bahwa dua putra pemimpin Libya telah mengusulkan agar Gaddafi melepaskan kekuasaan untuk membuka jalan bagi transisi ke arah demokrasi konstitusional di bawah pengarahan putranya, Seif al-Islam Gaddafi.

Tetapi, juru bicara pemerintah Mussa Ibrahim mengatakan, Senin, bahwa sekalipun Libia siap untuk penyelesaian politik dengan negara-negara kekuatan dunia, masa depan Gaddafi tidak dapat ditawar. Ia mengatakan Libya dapat mengadakan pemilu, referendum, atau apapun, tetapi Gaddafi harus tetap memimpin transisi politik.

Televisi pemerintah menunjukkan sekilas gambar pemimpin Libia tersebut melambaikan tangan kepada para pendukung di luar kompleksnya di Tripoli, Senin. Ini adalah penampilan pertama Gaddafi di depan umum dalam lebih dari seminggu terakhir.

XS
SM
MD
LG