Tautan-tautan Akses

Pejuang Suriah Beri ISIS Waktu 48 Jam untuk Tinggalkan Manbij


ARSIP – Pejuang Syrian Democratic Forces (SDF) berjalan di antara silo dan pabrik di Manbij setelah SDF mengambil alih fasilitas tersebut (1/7). Kegubernuran Aleppo, Suriah. (foto: REUTERS/Rodi Said)

ARSIP – Pejuang Syrian Democratic Forces (SDF) berjalan di antara silo dan pabrik di Manbij setelah SDF mengambil alih fasilitas tersebut (1/7). Kegubernuran Aleppo, Suriah. (foto: REUTERS/Rodi Said)

ISIS diberi waktu 48 jam untuk meninggalkan Manbij, Suriah Utara. Pasukan pejuang Suriah mengepung Manbij bulan lalu dan perlahan-lahan menguasai kota itu. Mereka diberi kesempatan untuk meninggalkan kota dengan membawa senjata ringan.

Pejuang-pejuang di Suriah yang didukung Amerika hari Kamis memberi waktu 48 jam kepada kelompok jihadis ISIS untuk meninggalkan kubu pertahanan mereka di Manbij, Suriah Utara. Pasukan pejuang Suriah mengepung Manbij bulan lalu dan perlahan-lahan menguasai kota itu.

Menurut pernyataan dari Dewan Militer Manbij, para pejuang ISIS akan mendapat kesempatan meninggalkan kota itu dengan membawa senjata ringan, tanpa gangguan. Menurut Dewan, yang merupakan bagian dari aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), prakarsa tersebut merupakan peluang akhir yang tersisa bagi para anggota ISIS untuk meninggalkan kota tersebut.

SDF bersekutu dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika dalam berperang melawan ISIS di Suriah Utara. Pernyataan dari dewan militer itu muncul bersamaan ketika ketegangan merebak di negara itu, menyusul laporan kematian puluhan warga sipil dalam serangan udara yang dilancarkan pasukan koalisi.

Serangan-serangan udara di dekat Manbij hari Selasa menewaskan sedikitnya 56 orang, termasuk anak-anak, sebut Syrian Observatory for Human Rights. Para aktivis berencana menggelar protes di berbagai penjuru Suriah dan para pemimpin pemerintah oposisi kini meminta negara-negara Barat agar menghentikan serangan udara.

Hingga Kamis, para aktivis telah memanfaatkan media sosial untuk mengorganisir protes dan meminta orang-orang di seluruh dunia agar turun ke jalan-jalan guna menarik perhatian mengenai korban serangan. Sebuah laman berita Suriah di Facebook mendorong para pengikutnya untuk berdemonstrasi guna menentang pembantaian yang dilakukan pesawat-pesawat tempur koalisi.

Sebuah laman lainnya yang menerbitkan berita-berita lokal mengenai Manbij meminta seluruh warga Suriah, apapun afiliasi atau sekte mereka, dan semua warga bebas di seluruh dunia, dan khususnya warga Manbij agar bersatu menunjukkan solidaritas pada hari Minggu 24 Juli mendatang.

Beberapa laman berita lokal dari Manbij memuat foto-foto berbagai protes yang berlangsung hari Rabu.

Sementara itu, para pemimpin oposisi utama Suriah telah meminta agar serangan udara dihentikan hingga penyelidikan penuh dapat dilakukan terhadap tewasnya korban warga sipil pada Selasa lalu.

Presiden Koalisi Nasional Suriah Anas al-Abdah dalam suratnya kepada para pemimpin asing menulis bahwa penyelidikan tersebut penting sekali. Selain dapat menghasilkan revisi peraturan mengenai prosedur operasi mendatang, penyelidikan juga dapat menguraikan tentang konsekuensi hukum bagi mereka yang bertanggungjawab atas pelanggaran berat semacam itu.

PBB juga mengutuk serangan-serangan itu, yang disebutkan menyebabkan kematian lebih dari 20 anak-anak.

Dalam pernyataannya, koalisi pimpinan Amerika menyatakan telah melancarkan serangan-serangan udara dan sedang mengumpulkan informasi mengenai laporan jatuhnya korban warga sipil. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG