Tautan-tautan Akses

Negara-Negara Kuat Dunia Upayakan Kemajuan Gencatan Senjata di Suriah


Menlu Rusia Sergei Lavrov (kiri),Menlu AS John Kerry (tengah) dan utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mister (kanan) dalam pertemuan di WIna, Austria (17/5).

Menlu Rusia Sergei Lavrov (kiri),Menlu AS John Kerry (tengah) dan utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mister (kanan) dalam pertemuan di WIna, Austria (17/5).

Gencatan senjata, yang mulai berlaku pada akhir Februari, membawa penurunan dramatis dalam kekerasan secara keseluruhan di Suriah, namun kemajuan secara perlahan-lahan telah terkikis.

Perang selama lima tahun di Suriah, menjadi perhatian utama para diplomat di Wina, Selasa (17/5) di mana kelompok 17 negara anggota kelompok internasional pendukung Suriah (ISSG) mengadakan pertemuan guna membahas pembicaraan politik yang macet, kesulitan dalam mempertahankan gencatan senjata dan tidak meratanya pembagian bantuan kemanusiaan PBB.

Gencatan senjata, yang mulai berlaku pada akhir Februari, membawa penurunan dramatis dalam kekerasan secara keseluruhan di Suriah, namun kemajuan secara perlahan-lahan telah terkikis.

Amerika dan Rusia berusaha menggunakan pengaruh masing-masing untuk meyakinkan pihak-pihak yang bersaing agar mematuhi perjanjian sementara itu selagi juga berusaha mendukung pembicaraan damai yang sejauh ini tidak mencapai banyak kemajuan.

Kedua negara adalah bagian dari ISSG. Tetapi sementara Rusia mendukung rezim Suriah, Amerika telah mendukung oposisi moderat.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bertemu hari Senin (16/5) untuk membahas krisis Suriah. Kantor berita Rusia Interfax melaporkan perlunya memotong jalur perbekalan “teroris” antara percataran Suriah-Turki adalah di antara beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan itu. [lt]

XS
SM
MD
LG