Tautan-tautan Akses

Utusan PBB Serukan Revitalisasi Gencatan Senjata di Suriah


Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura berbicara di Jenewa, Swiss, Kamis (28/4).

Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura berbicara di Jenewa, Swiss, Kamis (28/4).

Utusan PBB Staffan de Mistura Kamis (28/4) menyerukan agar gencatan senjata direvitalisasi di Suriah, sebelum menetapkan tanggal pembicaraan baru.

Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura menyatakan ia berencana mengadakan pembicaraan perdamaian putaran baru bulan depan, tetapi ia menyerukan agar gencatan senjata direvitalisasi sebelum menetapkan tanggal pembicaraan baru.

De Mistura menyatakan demikian hari Kamis setelah mengemukakan tentang pembicaraan itu kepada Dewan Keamanan PBB. Ia mengatakan pembicaraan itu telah mencapai sejumlah kemajuan meskipun kekerasan meningkat di Suriah.

Juga Kamis, Komite Palang Merah Internasional memperingatkan bahwa kota Aleppo di Suriah Utara yang dilkoyak perang kini berada di ambang krisis kemanusiaan.

Kekerasan itu mencakup gempuran pasukan pemberontak terhadap daerah-daerah kekuasaan pemerintah di Aleppo hari Kamis yang menewaskan sedikitnya 14 orang.

Serangan-serangan udra terhadap sebuah rumah sakit di daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo Rabu malam menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk tiga staf rumah sakit. Laporan-laporan dari lokasi kejadian menyebutkan salah seorang korban adalah satu-satunya dokter anak di kawasan yang dikuasai pemberontak itu, dan seorang korban lainnya adalah anak-anak. Palang Merah menyatakan rumah sakit tersebut didukung oleh Palang Merah dan Dokter Tanpa Tapal Batas.

Mengacu pada serangan tersebut dan serangan-serangan serupa lainnya, de Mistura hari Kamis mempertanyakan, bagaimana pembicaraan yang bermakna dapat berlangsung sementara berita-berita yang muncul hanyalah mengenai pengeboman.

Hari Rabu, Rusia meminta Dewan Keamanan agar memberlakukan sanksi-sanksi terhadap satu kelompok oposisi Suriah yang terlibat aktif dalam pembicaraan perdamaian.

Duta Besar Vitaly Churkin menuduh Jaish al-Islam, dan kelompok pemberontak lainnya, Ahrar al-Sham, “berhubungan erat” dengan ISIS dan al-Qaida.

Jaish-al-Islam adalah anggota senior Komite Perundingan Tinggi yang didukung Barat dan Arab, yang dibentuk PBB tahun lalu untuk membahas solusi politik bagi perang saudara di Suriah. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG