Tautan-tautan Akses

AS: Upaya Pengiriman Bantuan untuk Suriah Terhambat


Kendaraan Komite Internasional untuk Palang Merah (ICRC), Bulan Sabit Merah Arab-Suriah dan PBB menunggu di jalanan setelah konvoi bantuan memasuki wilayah yang dikuasai oleh pemberontak di Daraya, Suriah (1/6).

Kendaraan Komite Internasional untuk Palang Merah (ICRC), Bulan Sabit Merah Arab-Suriah dan PBB menunggu di jalanan setelah konvoi bantuan memasuki wilayah yang dikuasai oleh pemberontak di Daraya, Suriah (1/6).

Kelompok Internasional Pendukung Suriah, yang mencakup Rusia dan Amerika, bulan lalu sepakat akan meminta penerjunan bantuan dengan parasut jika pengiriman bantuan masih terhambat hingga 1 Juni.

Upaya Amerika untuk mengirimkan bantuan yang sangat diperlukan dari Turki untuk Suriah terhambat karena kebuntuan dalam perundingan dan berlanjutnya pengepungan pemerintah terhadap daerah-daerah yang dikuasai kelompok-kelompok oposisi, termasuk yang didukung Washington.

Akibatnya, kata para pejabat Amerika, hampir 30 kota tidak mendapatkan makanan dan bantuan kemanusiaan, yang dalam beberapa kasus berlangsung bertahun-tahun dan kelangkaan pangan meningkat.

Dalam situasi seperti inilah Amerika, Inggris dan Perancis mengeluarkan seruan darurat agar PBB mulai menerjunkan bantuan kemanusiaan dengan parasut. Namun para pejabat PBB dikutip mengatakan penerjunan bantuan semacam itu tidak akan berlangsung dalam waktu dekat.

Seruan itu muncul menjelang pertemuan Dewan Keamanan untuk membahas krisis kemanusiaan.

“Perancis meminta PBB, dan khususnya WFP, untuk mulai menerjunkan bantuan kemanusiaan dengan parasut untuk semua daerah yang memerlukan, dimulai dari Daraya, Muadhamiya dan Madaya, di mana warga sipil, termasuk anak-anak, terancam mati kelaparan,” kata Duta Besar Perancis untuk PBB, Francois Delattre, dalam suatu konferensi pers.

Para pejabat mengatakan konvoi bantuan kemanusiaan telah tiba di kota Daraya untuk pertama kalinya dalam empat tahun, dan yang kedua tiba di Muadhamiya hari Rabu lalu.

Namun sebagian kalangan menyatakan bantuan itu kemungkinan terlalu sedikit dan terlambat. Departemen Luar Negeri Amerika menyebut pengiriman itu “jauh dari memadai.”

Kelompok Internasional Pendukung Suriah, yang mencakup Rusia dan Amerika, bulan lalu sepakat akan meminta penerjunan bantuan dengan parasut jika pengiriman bantuan masih terhambat hingga 1 Juni.

Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyatakan, “pada hari itu, rezim Assad mengizinkan pengiriman bantuan dalam jumlah terbatas ke Daraya dan Muadhamiya, tetapi rezim itu gagal memberikan akses kemanusiaan yang meluas yang diserukan oleh masyarakat internasional.”

Hammond mengatakan bahwa meskipun pengiriman bantuan dengan parasut sulit, mahal dan berbahaya, ini merupakan cara terakhir untuk meringankan penderitaan di daerah-daerah yang terkepung, di mana para pejabat PBB menyatakan lebih dari setengah juta orang sangat memerlukan bantuan.

Para pejabat Amerika menyatakan membawa bantuan Amerika dari Turki ke Suriah menjadi sangat sulit karena pertempuran terus berlangsung. Mereka menyerukan negara-negara ketiga dalam konflik Suriah agar menggunakan pengaruhnya agar bantuan kemanusiaan dapat terkirim. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG