Tautan-tautan Akses

Pakistan Minta Amerika Pindahkan Pangkalan Militernya

  • Kurt Achin

Pangkalan militer Amerika di Shamsi, Pakistan yang sering digunakan untuk pendaratan bagi pesawat-pesawat tempur tak berawak AS.

Pangkalan militer Amerika di Shamsi, Pakistan yang sering digunakan untuk pendaratan bagi pesawat-pesawat tempur tak berawak AS.

Pakistan meminta Amerika agar memindahkan pangkalan militer di wilayahnya, setelah menutup dua jalur utama untuk mengirim pasokan melalui darat ke Afghanistan yang digunakan NATO.

Pasukan Amerika diberi waktu 15 hari untuk mengosongkan pangkalan militer Shamsi di Pakistan barat daya, di mana Amerika kadangkala mendaratkan pesawat-pesawat tempur tak berawak yang digunakan untuk menyerang anggota-anggota kelompok militan di wilayah Pakistan.

Pakistan meminta pemindahan pangkalan itu sehari setelah menutup dua jalur darat utama untuk mengirim pasokan non-militer ke pasukan NATO yang dipimpin Amerika di Afghanistan.

Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan tewasnya 24 tentara Pakistan oleh pesawat Amerika hari Sabtu adalah “kecelakaan tragis yang tidak disengaja”. Ia mengatakan kepada Perdana Menteri Pakistan serangan itu “tidak bisa diterima dan tercela karena menyebabkan tewasnya warga Afghanistan dan personil internasional.”

Karena penyelidikan NATO mengenai insiden itu tertunda, Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar menelepon Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton untuk menyampaikan “kegusaran.” Ia mengatakan serangan itu menunjukkan “pengabaian hukum internasional dan kemanusiaan, serta menghancurkan kemajuan yang dilakukan kedua negara untuk memperbaiki hubungan.” Clinton menanggapi dengan mengatakan sangat berduka, dan berjanji untuk bekerjasama dengan Pakistan mengenai isu itu.

Pakistan juga mengkaji kembali keputusannya untuk menghadiri konferensi perdamaian Afghanistan di Bonn bulan depan, tetapi belum mengeluarkan keputusan akhir.

Letnan Jenderal Purnawirawan Talat Masood, pakar masalah strategis Pakistan, mengatakan pembunuhan itu mengakibatkan pukulan besar pada persepsi tentang Amerika yang sebelumnya sudah negatif di kalangan rakyat Pakistan.

“Kebanyakan rakyat berpendapat itu adalah serangan yang dilakukan Amerika secara sengaja. Rakyat menjadi semakin anti-Amerika. Itu, tentu saja, memberi kesempatan kepada media untuk menyebarluaskan kegusaran itu,” ujarnya.

Jaringan-jaringan televisi Pakistan hari Minggu menyiarkan gambar-gambar pemakaman tentara yang tewas. Peti jenazah para tentara itu diselimuti bendera Pakistan dan dikirim ke kota asal masing-masing untuk pemakaman.

Masood mengatakan penyelidikan seksama dan transparan mengenai mengapa dan bagaimana serangan udara itu terjadi mungkin bisa sedikit meredakan kemarahan di negara ini.

Pemimpin al-Qaida Osama bin Laden menggunakan Afghanistan sebagai tempat untuk merencanakan dan melancarkan serangan teror 11 September 2011. Pasukan khusus Amerika menewaskan bin Laden di sebuah komplek Pakistan awal tahun ini. Pasukan NATO yang dipimpin Amerika di Afghanistan menghadapi tantangan terus menerus di perbatasan Pakistan, yang kerap dilintasi oleh anggota-anggota kelompok militan yang berbasis di Pakistan.

XS
SM
MD
LG