Tautan-tautan Akses

Semua Organisasi Bantuan Tinggalkan Kunduz pasca Pemboman AS

  • Lisa Schlein

Serangan bom AS menghancurkan rumah sakit di kota Kunduz, Afghanistan, yang dikelola oleh organisasi bantuan media Medecins Sans Frontieres (MSF) atau "Dokter Tanpa Tapal Batas" (3/10).

Serangan bom AS menghancurkan rumah sakit di kota Kunduz, Afghanistan, yang dikelola oleh organisasi bantuan media Medecins Sans Frontieres (MSF) atau "Dokter Tanpa Tapal Batas" (3/10).

Badan kemanusiaan PBB melaporkan semua organisasi bantuan telah meninggalkan kota Kunduz di Afghanistan setelah pemboman Amerika terhadap rumahsakit yang dikelola Doctors Without Borders (MSF).

Serangan udara yang menghancurkan rumahsakit di Kunduz, berdampak langsung dan buruk pada penduduk. Ribuan orang meninggalkan kota itu dan diperkirakan 8.500 keluarga di Afghanistan timur laut mengungsi akibat pertempuran itu, menurut badan kemanusiaan PBB, yang dikenal sebagai OCHA.

Dikatakan, tidak ada air dan listrik di sebagian besar kota tersebut dan umumnya toko makanan tutup. Juru bicara OCHA Jens Laerke mengatakan tidak ada lagi lembaga kemanusiaan yang masih beroperasi di Kunduz.

"Kini tidak ada rumahsakit yang beroperasi untuk menangani trauma di kota itu setelah pemboman. Rumahsakit Medecins Sans Frontieres atau Dokter Tanpa Tapal Batas itu, disingkat MSF, adalah satu-satunya fasilitas medis di seluruh wilayah timur laut negara itu, yang melayani sekitar 300 ribu orang di Kunduz saja. Jadi, 300 ribu orang kini tidak punya fasilitas rumahsakit," ujar Laerke.

Menurut Laerke, bandara ditutup untuk pesawat sipil dan terlalu berbahaya memasuki kota lewat jalan darat karena ada bom, ancaman penyergapan, dan penutupan jalan. Ia mengatakan, badan-badan bantuan belum bisa menaksir besarnya kerusakan dan apa kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan, kebutuhan itu mencakup makanan, tempat tinggal darurat, air bersih dan sanitasi, layanan kesehatan darurat, konsultasi psikologis, dan layanan pencarian keluarga dan reunifikasi.

Laerke menambahkan badan-badan bantuan itu punya cadangan pasokan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi pasokan itu tidak bisa dibagikan karena badan-badan bantuan itu tidak bisa pergi ke Kunduz.

Lebih dari 20 orang tewas dan puluhan luka-luka dalam pemboman Amerika terhadap rumahsakit itu hari Sabtu. Serangan itu secara luas dikutuk, dan banyak yang menyebutnya sebagai tindakan kriminal.

Amerika telah meluncurkan penyelidikan atas serangan udara itu, tetapi menurut MSF dan PBB, seharusnya ada penyelidikan internasional yang tidak berpihak atas serangan itu. [ka/ii]

XS
SM
MD
LG