Tautan-tautan Akses

Oposisi Niger Mundur dari Pilpres Putaran Kedua


Presiden petahana Niger Mahamadou Issoufou berbicara kepada jurnalis usai memberikan suara dalam pemilu (21/2). (Reuters/Joe Penney)

Presiden petahana Niger Mahamadou Issoufou berbicara kepada jurnalis usai memberikan suara dalam pemilu (21/2). (Reuters/Joe Penney)

Mahkamah Konstitusi Niger bersekongkol dengan pemerintah untuk memastikan presiden terpilih kembali.

Koalisi oposisi Niger hari Selasa (8/3) mengumumkan mengundurkan diri dari pemilihan presiden putaran kedua bulan ini, menilai seluruh sistem pemilihan tidak adil.

Koalisi untuk Perubahan Politik di Niger (COPA) mengecam hasil pemilihan presiden (Pilpres) putaran pertama, yang dimenangkan Presiden Mahamadou Issoufou yang berkuasa, sebagai "aneh dan diatur."

Dikatakan, calonnya, Hama Amadou, tidak akan ikut Pilpres putaran kedua pada 20 Maret, tetapi berjanji tetap berusaha mencegah Issoufou kembali berkuasa.

COPA menyatakan, Amadou sedang diperlakukan tidak adil, "kebebasannya dirampas dan ini melanggar standar pemilu internasional yang bebas, adil dan demokratis."

Issoufou memenangi Pilpres putaran pertama bulan lalu dengan 48 persen suara, tetapi tidak cukup menghindari putaran kedua. Menurut COPA, Mahkamah Konstitusi Niger bersekongkol dengan pemerintah untuk memastikan presiden terpilih kembali.

Amadou mendekam dalam penjara sejak November atas tuduhan perdagangan bayi. Ia menyangkal tuduhan itu dan menuduh pihak berwenang Niger hendak menyingkirkannya secara politik. [ka/al]

XS
SM
MD
LG