Tautan-tautan Akses

Obama Ungkap Rencana di Suriah kepada Pimpinan Kongres AS

  • Kent Klein

Presiden AS Barack Obama bersama para pemimpin Kongres AS memberikan penjelasan soal rencana di Suriah kepada media, Selasa (3/9).

Presiden AS Barack Obama bersama para pemimpin Kongres AS memberikan penjelasan soal rencana di Suriah kepada media, Selasa (3/9).

Presiden Amerika Barack Obama hari Selasa (3/9) telah bertemu dengan pejabat-pejabat Kongres untuk mendapat dukungan bagi rencana serangan militer terhadap Suriah.

Presiden Obama berbicara dengan 16 pimpinan DPR di Gedung Putih untuk menyampaikan rencana serangan militer terbatas guna mencegah pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia lagi. Ia muncul dengan dukungan para pemimpin partai Demokrat dan Republik di DPR bagi rencananya.

Amerika sedang menyiapkan respon terhadap pemerintah Suriah yang diduga bulan lalu menggunakan gas sarin dalam sebuah serangan dekat Damaskus.

Ketika pertemuan dimulai, presiden Obama mengatakan kepada wartawan rencana yang dijabarkan oleh Ketua gabungan kepala Staff militer tidak akan melibatkan komitmen militer Amerika di Suriah.

"Ini bukan Irak dan bukan Afghanistan. Ini adalah langkah terbatas yang proporsional ,yang akan mengirim sebuah pesan jelas, bukan hanya kepada rejim Assad tapi juga kepada negara-negara lain yang mungkin berniat menantang norma-norma internasional ini, bahwa ada konsekuensi," papar Obama.

Presiden Obama mengatakan rencananya sesuai dengan strategi luas, jangka panjang dalam menghadapi Suriah.

"Diperlukan memperkuat oposisi dan tekanan diplomatik serta ekonomi sehingga pada akhirnya kita mendapat sebuah transisi yang bisa menciptakan perdamaian dan kestabilan tidak hanya bagi Suriah tapi juga kawasan itu," tambah Obama.

Presiden Obama mengatakan yakin tindakan itu akan disetujui oleh Kongres dan mengatakan ia bersedia menyusun kembali proposal itu untuk menanggapi sebagian keprihatinan anggota DPR.

" Saya tidak akan pergi ke Kongres kalau tidak serius mengenai konsultasi dan yakin bahwa dengan mempertajam kewenangan untuk memastikan kita berhasil menjalankan misi itu, kita akan menjadi lebih efektif," ujarnya.

Setelah pertemuan itu, pimpinan Partai Republik, Ketua DPR John Boehner berterima kasih kepada Presiden Obama karena minta persetujuan Kongres. Katanya ia akan mendukung rencana itu.

Pimpinan Partai Demokrat di DPR, ketua kelompok minoritas Nancy Pelosi setuju dan mengimbau pemerintah untuk mengumumkan lebih banyak informasi intelijennya mengenai insiden dekat Damaskus itu.

"Di distrik saya, saya kira warga tidak yakin tindakan militer diperlukan. Tapi penting bagi mereka untuk mengetahui bahwa penggunaan senjata pemusnah masal telah memaksa kita bertindak lain," demikian kata Nancy Pelosi tokoh Partai Demokrat dalam DPR.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG