Tautan-tautan Akses

Obama Bertemu 2 Senator AS soal Rencana di Suriah


Senator John McCain (kiri) dan Lindsey Graham memberi penjelasan kepada media setelah bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari Senin (2/9).

Senator John McCain (kiri) dan Lindsey Graham memberi penjelasan kepada media setelah bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari Senin (2/9).

Senator John McCain dan Lindsey Graham pendukung kuat tindakan terhadap Suriah bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari Senin (2/9).

Dua Senator terkemuka Amerika mengatakan pemerintahan Obama sedang membuat rencana untuk mendukung oposisi Suriah dan membantu upaya menyingkirkan Bashar al-Assad dari kekuasaan.

Senator dari partai Republik John McCain dan Lindsey Graham pendukung kuat tindakan terhadap Suriah bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari Senin (2/9).

McCain kemudian mengatakan ia punya alasan untuk yakin bahwa serangan militer Amerika terhadap Suriah akan lebih serius. McCain mengatakan perang saudara di Suriah melibatkan seluruh kawasan itu dan membuat Irak menjadi lahan pertumbuhan al-Qaida.

Graham mengatakan tidak akan ada penyelesaian politik di Suriah selama pasukan Assad menang.

Tapi kedua senator itu mengecam pemerintahan Obama karena tidak bertindak lebih cepat di Suriah dengan mempersenjatai pemberontak, katanya tentara Suriah mendapat senjata dari Rusia dan Iran selama dua tahun sehingga pertempuran itu tidak seimbang.

Banyak anggota DPR masih tetap ragu, mempertanyakan apakah militer harus terlibat.

Para pejabat Amerika hari Minggu memberi penjelasan singkat kepada anggota DPR Amerika mengenai data intelijen yang menunjukkan militer Suriah menjatuhkan gas beracun kepada warga sipil di luar Damaskus bulan lalu menewaskan 1000 orang lebih.

Dalam wawancara dengan harian Perancis "Le Figaro" yang dimuat hari Senin, presiden Suriah menyangkal tuduhan itu sebagai tidak logis, menuduh baik Amerika maupun Perancis tidak bisa menunjukkan bukti apapun. Assad juga memperingatkan serangan militer oleh Amerika atau Perancis akan beresiko memicu perang regional.

Selain bukti yang dikeluarkan oleh Amerika, dokumen intelijen Perancis yang diumumkan hari Senin menyimpulkan Assad berada dibalik serangan senjata kimia “besar-besaran dan terkoordinasi”.

Meskipun ada bukti intelijen Amerika dan Perancis, dukungan internasional bagi intervensi militer di Suriah makin surut. Tapi Sekjen Nato Anders Fogh Rasmussen hari Senin mengatakan harus tetap diambil tindakan.

Rusia, sekutu lama Suriah hari Senin mempertanyakan kredibilitas bukti Amerika bahwa pemerintah Assad menggunakan senjata kimia.
XS
SM
MD
LG