Tautan-tautan Akses

AS

Obama Desak Perpanjangan Pemotongan Pajak


Presiden AS Barack Obama menyerukan Kongres AS agar memperpanjangan kebijakan pemotongan pajak bagi kelas menengah Amerika (9/7).

Presiden AS Barack Obama menyerukan Kongres AS agar memperpanjangan kebijakan pemotongan pajak bagi kelas menengah Amerika (9/7).

Presiden Obama mengimbau diperpanjangnya pemotongan pajak selama satu tahun bagi warga AS yang berpenghasilan di bawah 250 ribu dolar per tahun.

Presiden Amerika Barack Obama memperbarui perjuangan politik dengan menghimbau diperpanjangnya pemotongan pajak bagi kelas menengah Amerika, tetapi tidak bagi kalangan yang kaya.

Sementara pemilu presiden kurang dari empat bulan lagi, Obama hari Senin mengundang ke Gedung Putih sejumlah pembayar pajak yang akan memperoleh manfaat dari diperbaruinya pemotongan pajak itu setelah kadaluwarsa akhir tahun ini. Presiden Obama, calon Partai Demokrat yang berusaha terpiluh kembali, mengimbau diperpanjangnya pemotongan pajak selama satu tahun bagi orang yang berpenghasilan di bawah 250 ribu dollar per tahun. Perpanjangan ini berarti mencakup sekitar 98 persen pembayar pajak Amerika.

Di masa lalu, selagi rencana anggaran Amerika yang lebih besar disahkan, Obama setuju membiarkan pemotongan pajak bagi semua pembayar pajak. Tetapi ia mengatakan hal itu tidak perlu lagi bagi dua persen warga berpenghasilan tertinggi, dan bahwa membiarkan pemotongan pajak itu hanya akan menambah 1 triliun dollar utang negara dalam satu dekade mendatang.

Presiden Obama mengatakan ia yakin publik Amerika mendukung pendiriannya untuk menghentikan keringanan pajak bagi kelas atas.

Penantangnya dari Partai Republik, Mitt Romney, serta anggota Kongres dari Partai Republik terus menentang rencana pajak Obama. Mereka mengatakan pengurangan pajak yang mula-mula diberlakukan 11 tahun lalu dibawah pemerintahan Presiden George W. Bush seharusnya dilanjutkan bagi semua pembayar pajak. Romney menyebut proposal Obama sebuah “kenaikan pajak besar-besaran” dan mengatakan ini membuktikan Presiden “tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Amerika kembali bekerja dan membantu kelas menengah.”

Keringanan pajak yang diperpanjang secara periodik ini telah lama memicu debat panjang, dimana Partai Demokrat mengatakan adalah adil bagi orang yang kaya untuk membayar lebih banyak sementara Partai Republik berkeras bahwa jika pemotongan pajak bagi orang kaya dihilangkan akan merugikan pertumbuhan lapangan kerja di Amerika.

Anggota Kongres dari Partai Republik bulan ini berencana voting untuk pengurangan pajak secara permanen, tetapi tampak mustahil Kongres akan menyelesaikan isu ini sebelum pemilu November. Pada saat itu, Gedung Putih dan Kongres juga akan menghadapi berbagai isu keuangan lain, terutama apakah akan membiarkan pemotongan yang sudah dijadwalkan bagi anggaran dalam negeri dan pertahanan, dan apakah akan menaikkan lagi batas pinjaman nasional negara.

Pada akhirnya, isu pengeluaran yang sangat memecah belah kedua partai politik utama Amerika ini mungkin akan ditunda hingga 2013 setelah Kongres yang baru terpilih mulai bertugas.

Sengketa mengenai pajak hampir dipastikan berperan penting dalam kampanye presiden Obama-Romney sebagai bagian dari debat yang lebih luas terkait keadaan ekonomi Amerika yang tersendat-sendat.

Pertumbuhan ekonomi Amerika, terbesar didunia, melamban dalam beberapa bulan ini, dengan rata-rata hanya penambahan 75.000 lapangan kerja tiap bulan dalam tiga bulan ini.

Hampir 13 juta warga Amerika masih menganggur. Angka pengangguran berkisar diatas 8 persen sejak bulan penuh pertama Obama menjabat pada Februari 2009, jauh diatas angka normal antara 5 dan 6 persen.
XS
SM
MD
LG