Tautan-tautan Akses

AS

Romney Sudutkan Obama Terkait Laporan Angka Pengangguran AS


Presiden Barack Obama (kanan) dan kandidat presiden dari partai Republik AS, Mitt Romney (Foto: dok).

Presiden Barack Obama (kanan) dan kandidat presiden dari partai Republik AS, Mitt Romney (Foto: dok).

Laporan Tingkat Pengangguran di Amerika Jum'at (6/7) menjadi agenda capres Mitt Romney untuk menyudutkan Presiden Obama dalam kampanye Pemilu AS.

Pemerintah Amerika hari Jum’at (6/7) melaporkan pasar lapangan kerja Amerika yang hanya menambah 80.000 lapangan pekerjaan baru bulan Juni, sementara angka pengangguran tetap pada tingkat 8,2 persen.

Hal ini merupakan pukulan bagi Presiden Amerika Barack Obama saat mengakhiri kampanye dua harinya di Ohio dan Pennsylvania. Laporan ini mengungkapkan penambahan pekerjaan yang tersendat di Amerika sudah memasuki bulan ketiga, dan merupakan kemunduran pada klaim Presiden Obama bahwa ekonomi Amerika telah membaik sejak ia dilantik.

Lawan Presiden Obama dalam pemilu presiden bulan November mendatang, Mitt Romney, menyebut angka pengangguran Amerika itu terlalu tinggi untuk bisa diterima masyarakat Amerika. Menurut Romney, kebijakan-kebijakan Presiden Obama kurang mampu membuat warga Amerika kembali ke bekerja.

Laporan bulanan tentang lapangan pekerjaan dan angka pengangguran yang dipantau secara seksama ini telah menjadi barometer bagi keadaan ekonomi Amerika yang terbesar di dunia dan berperan penting dalam pemilu Amerika.

Ohio dan Pennsylvania adalah dua negara bagian yang dianggap penting dalam pemilu bulan November mendatang. Kedua negara bagian ini memberi dukungan kepada Presiden Obama dalam pemilu tahun 2008.

Presiden Obama kini menggunakan kampanye untuk menggambarkan dirinya sebagai pejuang warga kelas pekerja atau orang kebanyakan, dibandingkan dengan Mitt Romney yang merupakan seorang pengusaha sebelum memasuki dunia politik.

Para pendukungnya telah mengecam Mitt Romney karena tidak mengambil sikap yang lebih keras terhadap presiden yang sedang berkuasa dari Partai Demokrat itu.

Sebuah editorial suratkabar Wall Street Journal yang agak konservatif mengatakan, Mitt Romney secara perlahan-lahan menyia-nyiakan kesempatan bersejarah untuk memotong upaya Presiden Obama agar dapat terpilih kembali, dengan tidak mengemukakan pesan jelas atas sejumlah isu. Termasuk diantaranya, undang-undang reformasi layanan kesehatan yang diperkokoh oleh Mahkamah Agung Amerika pekan lalu.

Para pejabat Partai Republik, hari Kamis (5/7) mengumumkan, Mitt Romney bersama-sama dengan berbagai komite partai di tingkat negara bagian dan tingkat nasional telah mengumpulkan dana lebih 100 juta dolar bulan Juni lalu, .
XS
SM
MD
LG