Tautan-tautan Akses

Nicolas Tiangaye Ditunjuk sebagai PM Republik Afrika Tengah


Pemimpin pemberontak Seleka, Michel Am-Nondokro Djotodia (kiri) bersama Presiden Francois Bozize (kanan) dalam perundingan damai di Gabon (11/1).

Pemimpin pemberontak Seleka, Michel Am-Nondokro Djotodia (kiri) bersama Presiden Francois Bozize (kanan) dalam perundingan damai di Gabon (11/1).

Presiden Francois Bozize membuat pengumuman penunjukan Tiangaye sebagai Perdana Menteri baru lewat radio pemerintah hari Kamis (17/1).

Presiden Republik Afrika Tengah (C.A.R) telah menunjuk Nicolas Tiangaye, pengacara pihak oposisi sebagai Perdana Menteri, sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri pemberontakan baru-baru ini.

Presiden Francois Bozize membuat pengumuman itu lewat radio pemerintah hari Kamis, setelah pertemuan dengan para anggota aliansi pemberontak Seleka dan partai-partai oposisi.

Pemerintah dan pemberontak mencapai kesepakatan damai di Gabon pekan lalu. Pemberontak telah merebut sekitar sepertiga wilayah negara itu dalam serangan yang dimulai 10 Desember.

Berdasarkan kesepakatan damai itu, Presiden Bozize berjanji akan membentuk pemerintahan persatuan dengan seorang perdana menteri yang disetujui oleh oposisi.

Sebagai bagian perjanjian tersebut, baik perdana menteri maupun Presiden Bozize berhak mencalonkan diri dalam pemilihan presiden berikutnya tahun 2016.
XS
SM
MD
LG