Tautan-tautan Akses

Presiden Afrika Tengah Pecat Menhan, Panglima Militer


Presiden Republik Afrika Tengah, Francois Bozize marah atas kemajuan yang diperoleh pasukan pemberontak (foto: dok).

Presiden Republik Afrika Tengah, Francois Bozize marah atas kemajuan yang diperoleh pasukan pemberontak (foto: dok).

Francois Bozize telah memecat menteri pertahanan yang dijabat putranya, dan kepala staf angkatan darat setelah serangkaian kemenangan pasukan pemberontak.

Presiden Republik Afrika Tengah (C.A.R) Francois Bozize telah memecat putranya sebagai menteri pertahanan dan juga memecat kepala staf angkatan darat setelah serangkaian kemenangan pasukan pemberontak.

Pemecatan itu diumumkan dalam sebuah dekrit yang dibacakan melalui stasiun radio hari Rabu. Dekrit itu mengatakan Bozize kini memegang sendiri jabatan menteri pertahanan itu.

Koalisi kelompok pemberontak yang dikenal sebagai “Seleka” merebut beberapa kota utama bulan lalu dan kini berada kurang dari 200 kilometer dari ibukota Bangui.

Pasukan regional Afrika tengah Rabu pagi membuat zona penyangga antara ibukota dan kubu pemberontak di Sibut. Wartawan VOA Anne Look yang berada di CAR melaporkan, sekitar 500 tentara dari Chad, Gabon dan Republik Kongo hari Rabu berkumpul di kota Damara.

Komandan pasukan regional itu – Jendral Jean Felix Akaga – hari Rabu memperingatkan para pemberontak bahwa menyerang Damara berarti pernyataan perang terhadap kesepuluh negara anggota Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Tengah. Ia juga menambahkan pasukan pemerintah tidak akan bergerak di luar Damara untuk menyerang para pemberontak.

Pasukan pemberontak dan pemerintah C.A.R telah mengisyaratkan bahwa mereka siap melakukan perundingan damai. Pemimpin-pemimpin regional kini berupaya menyelenggarakan perundingan yang akan berlangsung di Gabon tanggal 10 Januari mendatang.
XS
SM
MD
LG