Tautan-tautan Akses

Netanyahu, Ketua DPR AS Tegaskan Penolakan atas Kesepakatan Nuklir Iran

  • Scott Bobb

Ketua DPR John Boehner (kiri) dan PM Israel Benjamin Netanyahu memberikan konferensi pers bersama di Yerusalem, Kamis (1/4).

Ketua DPR John Boehner (kiri) dan PM Israel Benjamin Netanyahu memberikan konferensi pers bersama di Yerusalem, Kamis (1/4).

Sementara perundingan mengenai program nuklir Iran diperpanjang, PM Israel dan pemimpin partai Republik yang menguasai DPR AS menegaskan lagi tentangan mereka atas perundingan tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyambut baik Ketua DPR Amerika, John Boehner yang berkunjung ke Israel bersama delegasi anggota Kongres Amerika, Kamis (1/4).

Kedua pemimpin tidak berbicara langsung mengenai perundingan nuklir Iran yang menjadi kepala berita di seluruh dunia.

Tapi para analis mengatakan kunjungan tersebut, yang diadakan ketika sedang berlangsung perundingan antara negara-negara kuat dunia dan Iran di Swiss mengingatkan bahwa ada tentangan kuat di Amerika dan Israel mengenai kesepakatan yang hendak dicapai itu.

Sebelum bertemu dengan Netanyahu, Ketua DPR Boehner tidak menyebut negara Timur Tengah manapun, tapi menjelaskan keprihatinannya mengenai situasi di kawasan itu.

"Tidak perduli dimanapun kami berada di Timur Tengah, pesannya tetap sama, kita tidak bisa terus mengalihkan pandangan dari ancaman yang kita semua hadapi," kata Boehner.

Pemimpin Israel Netanyahu menekankan apa yang dipandangnya sebagai ancaman bagi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan yang dianut kedua negara.

"Timur Tengah dilanda sentimen anti Barat, anti demokrasi dan anti Amerika. Teroris secara brutal memenggal tawanan mereka di depan kamera. Para diktator memimpin rakyat mereka dengan slogan-slogan “Matilah Amerika” sambil membuat misil antar benua yang bisa mencapai Amerika," ujar Netanyahu.

Netanyahu tidak menyebut nama negara manapun. Tapi satu jam sebelum bertemu dengan delegasi Amerika, Netanyahu mengatakan kepada wartawan setiap konsesi yang diberikan pada Iran adalah kesepakatan yang buruk yang bisa membahayakan Israel, Timur Tengah dan perdamaian dunia.

"Kesepakatan yang lebih baik akan mengaitkan pencabutan pembatasan-pembatasan program nuklir Iran dengan perubahan sikap Iran. Iran harus menghentikan agresinya di kawasan itu, menghentikan aksi teror di seluruh dunia dan menghentikan ancamannya untuk menghapuskan Israel. Semua itu tidak bisa ditawar dan itulah kesepakatan yang harus dituntut oleh negara-negara besar dunia," ujarnya lagi.

Iran mengatakan program nuklirnya untuk tujuan-tujuan damai dan mengatakan berhak untuk mengembangkan program ini.

Kesepakatan yang dilaporkan hampir tercapai itu akan membatasi kemampuan Iran untuk memproduksi uranium yang bisa dijadikan senjata nuklir, dan mengijinkan pengawas memantau fasilitas-fasilitas nuklirnya sebagai imbalan dari pencabutan sanksi-sanksi ekonomi.

XS
SM
MD
LG