Tautan-tautan Akses

Palestina Upayakan Punya Pengaruh Terhadap Israel di Mahkamah Internasional


Pintu masuk Mahkamah Kejahatan International (ICC) di Den Haag (foto: dok).

Pintu masuk Mahkamah Kejahatan International (ICC) di Den Haag (foto: dok).

Bergabungnya Palestina dengan Mahkamah Kejahatan Internasional ini, membawa harapan bagi momentum baru untuk gerakan internasional yang dipimpin Palestina dalam menggalakkan boikot, tarik modal dan sanksi (BDS).

Palestina resmi bergabung dengan Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC), hari Rabu (1/4), sebagai bagian dari usaha luas untuk menekan Israel di dunia internasional. Selain itu, juga ditujukan untuk menunjukkan kepada Israel bahwa adalah tindakan sangat mahal untuk terus menduduki tanah Palestina.

Di samping membuka jalan untuk menggugat Israel di pengadilan internasional, Palestina juga ingin DK PBB menjadwalkan tenggat waktu bagi Israel untuk mundur dari tanah Palestina.

Bergabungnya Palestina dengan Mahkamah Kejahatan Internasional ini, membawa harapan bagi momentum baru untuk gerakan internasional yang dipimpin Palestina dalam menggalakkan boikot, tarik modal dan sanksi, yang juga dikenal dengan sebutan BDS.

Suasana tampak tepat bagi intervensi internasional, setelah baru-baru ini, PM Israel, Benjamin Netanyahu, yang terpilih kembali, mengejutkan dunia dengan janjinya kepada pemilih bahwa dia tidak akan mengizinkankan pembentukan negara Palestina, meskipun akhirnya ia menarik kembali kata-katanya itu.

Dakwaan kejahatan perang terhadap Israel akan memakan waktu bertahun-tahun dan sementara itu, resolusi DK PBB mengenai Palestina diperkirakan akan berangsur-angsur positif.

XS
SM
MD
LG