Tautan-tautan Akses

China Desakkan Kompromi Dalam Perpanjangan Perundingan Nuklir Iran


Menlu AS John Kerry (kiri) ada diantara para peserta perundingan nuklir Iran di Lausanne, Swiss, 30 Maret 2015 (AP Photo/Brendan Smialowski, Pool)

Menlu AS John Kerry (kiri) ada diantara para peserta perundingan nuklir Iran di Lausanne, Swiss, 30 Maret 2015 (AP Photo/Brendan Smialowski, Pool)

Delegasi-delegasi dari Iran dan sekelompok negara kuat, yaitu China, Inggris, Prancis, Rusia, AS dan Jerman, melampaui tenggat waktu yang mereka tetapkan sendiri, yaitu Selasa malam.

China desak kedua pihak dari perundingan nuklir Iran untuk mempertimbangkan langkah-langkah kompromi dalam menggarap tahap akhir sebuah persetujuan kerangka kerja, sewaktu proses perundingan diperpanjang satu hari lagi hingga Rabu, di Swiss.

"Semua pihak mesti bersedia mengulur tangan separuh untuk mencapai sebuah persetujuan," demikian sebuah pernyataan dari China. Delegasi-delegasi dari Iran dan sekelompok negara kuat, yaitu China, Inggris, Prancis, Rusia, AS dan Jerman, melampaui tenggat waktu yang mereka tetapkan sendiri yaitu Selasa tengah malam, namun sepakat untuk meneruskan perundingan.

Perundingan berlanjut hari Rabu dengan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, dan menteri-menteri luar negeri dari Inggris, Jerman dan AS.

Wakil-wakil dari Perancis, Rusia dan China juga ikut serta setelah menteri-menteri luar negeri mereka meninggalkan perundingan tersebut di Lausanne, Swiss.

Media resmi Rusia mengutip Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov yang mengatakan Selasa malam, bahwa kedua pihak telah sepakat pada prinsip "komponen pokok" sebuah persetujuan.

Komponen pokok tadi mencakup langkah-langkah untuk memastikan bahwa program nuklir Iran bertujuan damai. Tetapi, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, mengungkapkan bahwa, sementara telah dicapai kemajuan untuk meneruskan perundingan itu,"beberapa isu sulit masih terus bercokol."

XS
SM
MD
LG