Tautan-tautan Akses

NATO Minta Maaf atas Tewasnya 8 Perempuan Afghanistan


Warga distrik Alingar, provinsi Laghman yang marah membawa jenazah ke-8 perempuan yang tewas akibat serangan NATO ke ibukota Kabul (16/9).

Warga distrik Alingar, provinsi Laghman yang marah membawa jenazah ke-8 perempuan yang tewas akibat serangan NATO ke ibukota Kabul (16/9).

Serangan udara NATO menewaskan 8 orang perempuan, termasuk anak-anak, warga distrik Alingar di provinsi Laghman, Afghanistan yang sedang mencari kayu bakar hari Minggu (16/9).

Pejabat Afghanistan mengatakan, pasukan NATO telah menewaskan delapan orang perempuan dalam serangan udara di sebuah kawasan terpencil. Kematian itu terjadi setelah delapan orang tentara NATO, termasuk empat orang Amerika tewas dibunuh oleh pasukan Afghanistan.

Serangan udara hari Minggu itu terjadi menjelang subuh di distrik Alingar di propinsi Laghman, sebelah timur ibukota Kabul. Warga desa membawa jenazah ke-8 perempuan itu ke ibukota dan mengatakan mereka tewas dibunuh ketika sedang mencari kayu bakar.

Pasukan keamanan pimpinan Amerika itu semula mengatakan, serangan udara tadi ditujukan pada kira-kira 45 orang pemberontak, tapi kemudian menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya delapan warga sipil perempuan tersebut.

Pejabat pasukan koalisi mengatakan akan segera mengadakan pertemuan dengan keluarga para korban untuk menyampaikan rasa belasungkawa secara langsung.

Pejabat pemerintah propinsi Laghman mengatakan, warga desa yang marah itu menyerukan “Matilah Amerika.”

Serangan hari Minggu itu terjadi setelah dua orang tentara Inggris tewas ditembak polisi Afghanistan di propinsi Helmand di bagian selatan.

Penembakan-penembakan yang dilakukan tentara dan polisi Afghanistan terhadap pasukan koalisi NATO telah menewaskan 51 orang tahun ini dan mengancam kemitraan antara NATO dan pemerintah Afghanistan.
XS
SM
MD
LG