Tautan-tautan Akses

Insiden Benghazi, Kekerasan Terbaru dalam Hubungan Barat-Dunia Islam


Kekerasan di gedung konsulat AS yang menewaskan 4 diplomat termasuk Dubes AS Christopher Stevens (foto: insert), merupakan lingkaran kekerasan dalam hubungan Barat dan dunia Islam.

Kekerasan di gedung konsulat AS yang menewaskan 4 diplomat termasuk Dubes AS Christopher Stevens (foto: insert), merupakan lingkaran kekerasan dalam hubungan Barat dan dunia Islam.

Tewasnya 4 diplomat AS di Benghazi, Libya dan demonstrasi lebih damai di Mesir yang dipicu film yang menghina Islam, merupakan insiden terbaru aksi anti Muslim dan munculnya reaksi anti Barat.

Kekerasan di Libya dan demonstrasi lebih damai di Mesir yang dipicu film di internet yang menghina Nabi Muhammad merupakan insiden terbaru yang disebabkan aksi anti Muslim dan munculnya reaksi anti Barat.

Sebelumnya di Pakistan, seorang remaja putri penganut Kristen dibebaskan dari penjara Jumat lalu setelah dituduh melanggar UU Penghinaan karena diduga membakar halaman Quran. Banyak penganut Kristen yang tinggal di lingkungan remaja itu melarikan diri dari daerah itu, khawatir akan pembalasan dari warga Muslim. Amnesty International mengatakan meskipun dibebaskan remaja itu masih dalam bahaya.

Di Afghanistan, tentara Amerika memicu kemarahan warga Afghanistan bulan Februari lalu karena membakar salinan kitab suci al-Quran. Insiden itu menyebabkan kekerasan di seluruh Afghanistan, yang menyebabkan sedikitnya 30 orang tewas.

Tahun 2010 pastor Terry Jones dari Florida memicu kontroversi karena mengumumkan rencananya untuk membakar Quran pada peringatan 10 tahun serangan teroris 11 September di Amerika. Pengumuman itu memicu gelombang protes di seluruh Timur Tengah dan Asia di mana demonstran membakar boneka pastor dan bendera Amerika. Sekitar 20 orang tewas. Jones mengurungkan niatnya tapi kemudian membakar salinan Quran di dalam gerejanya yang memicu demonstrasi lebih banyak lagi di luar negeri.

Tahun 2005, penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Mohamad di koran Denmark Jyllands-Posten memicu protes di seluruh negara Islam. Sekitar 100 orang diperkirakan tewas sewaktu demonstrasi berubah menjadi kekerasan.

Tahun 1988, pengarang kelahiran India, Salman Rushdie menerbitkan buku berjudul The Satanic Verses, yang oleh warga Muslim dinilai menghina Nabi itu. Buku itu memicu demonstrasi yang seringkali disertai kekerasan oleh Muslim di beberapa negara.

Salman Rushdie menjadi sasaran ancaman mati dan Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Khomeini mengeluarkan fatwa pembunuhan bagi pengarang itu. Pemerintah Iran mendukung fatwa itu sampai tahun 1998 ketika Iran mengatakan pihaknya tidak lagi mendukung pembunuhan Rushdie.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG