Tautan-tautan Akses

Mundurnya PM Italia Pukulan Telak bagi Uni Eropa

  • Henry Ridgwell

PM Italia Matteo Renzi Senin (5/12) mengundurkan diri dari jabatannya setelah hasil referendum menolak reformasi konstitusi yang diusulkannya.

PM Italia Matteo Renzi Senin (5/12) mengundurkan diri dari jabatannya setelah hasil referendum menolak reformasi konstitusi yang diusulkannya.

Pengunduran diri PM Italia Matteo Renzi menyusul hasil referendum yang menolak perubahan konstitusi yang diusulkannya, dinilai sebagai pukulan politik lagi untuk Uni Eropa.

Kekhawatiran semakin besar bahwa ketidakpastian politik ini akan memperburuk masalah kronis yang dihadapi bank-bank Italia dan menyebar ke bagian Eropa lainnya.

Banca Monte dei Paschi di Siena, Italia, mengklaim pihaknya adalah bank tertua di dunia, tetapi kini masa depannya tidak menentu. Bank ini dihadapkan kesulitan jauh sebelum referendum pada Minggu, tetapi ambisinya untuk menggalang dana sebesar $ 5.4 milyar kini terhambat oleh kekisruhan politik baru-baru ini.

Banyak analis meramalkan bank ini akan dinasionalisasikan dalam hari-hari mendatang.

Luigi Scazzieri, pengamat dari Center for Europeran Reform, mengatakan, “Dalam jangka pendeknya mereka akan dihadapkan pada kesulitan menggalang dana, yang mereka perlukan untuk menutup pinjaman buruk. Tetapi tidak ada yang berubah dalam situasi perbankan sejak sebelum referendum.”

Italia berharap kesadaran hal itu akan menenangkan investor sehubungan nasib bank-bank Italia, yang kini menumpuk pinjaman buruk senilai $390 milyar. Biaya pinjaman di Italia juga naik sejak referendum.

Perdana Menteri Matteo Renzi akan tetap menjabat sampai anggaran 2017 diloloskan oleh parlemen. Presiden Italia mengatakan dia tidak akan memerintahkan penyelenggaraan pemilihan segera, tetapi ketidakpastian politik di sana bisa menyebabkan keresahan pasar yang merugikan ekonomi Italia.

Pihak oposisi, Gerakan Lima Bintang, yang kini berada diperingkat atas dalam jajak pendapat, menuntut pemilihan segera, serta referendum untuk meninggalkan zona euro. Tetapi analis mengatakan, kekhawatiran bahwa Italia akan meninggalkan sistem mata uang tunggal ini dibesar-besarkan, dan hukum pemilihan baru kemungkinan besar akan mengarah pada pemerintahan koalisi.

“Hukum baru ini kemungkinan besar akan didasarkan pada sistem proporsional. Dan sistem seperti itu akan sangat menyulitkan partai tunggal seperti Gerakan Lima Bintang untuk meraih kekuasaan dalam pemilihan berikutnya,” tambah Luigi Scazzieri.

Harapan di Italia dan Eropa, kata analis, adalah bahwa peralihan politik yang mulus akan mencegah akhir yang kacau setelah terjadi kekisruhan polisik selama tahun ini. [jm]

XS
SM
MD
LG