Tautan-tautan Akses

Perusahaan-perusahaan Uni Eropa Diuntungkan Kebijakan Trump Soal Kuba


Konstruksi menjamur di Kuba, bisnis-bisnis Eropa melihat kebijakan AS terhadap Havana sebagai "peluang untuk masuk.” (Foto: Dok)
Konstruksi menjamur di Kuba, bisnis-bisnis Eropa melihat kebijakan AS terhadap Havana sebagai "peluang untuk masuk.” (Foto: Dok)

Bisnis-bisnis Eropa melihat kebijakan Amerika yang lebih keras terhadap Kuba sebagai "kesempatan bagi mereka untuk masuk ke Kuba."

Perusahaan-perusahaan Perancis akan mempermodern bandar udara internasional Kuba. Jerman akan membuka kantor perdagangan di Havana. Perusahaan Belanda Unilever telah mulai pembangunan pabrik sabun dan pasta gigi bernilai US$34 juta di zona pembangunan khusus Kuba.

Dan Spanyol telah menggeser Venezuela untuk menjadi mitra dagang terbesar kedua Kuba, setelah Cina.

Uni Eropa tidak menunggu meninggalnya Fidel Castro atau adanya transformasi ekonomi besar untuk melakukan bisnis dan politik dengan Kuba. Keadaan ini mungkin tidak akan berubah jika Presiden AS terpilih Donald Trump menghentikan perbaikan hubungan Amerika dengan Kuba yang dimulai oleh Presiden Barack Obama.

Sebaliknya, beberapa ahli mengatakan, hal itu bahkan bisa membuka banyak peluang baru.

"Saya rasa konflik seperti ini antara Amerika dan Kuba tidak baik bagi siapa pun, tetapi sampai batas tertentu bisa dikatakan bahwa bagi Eropa, itu bukan hal yang buruk," kata Richard McIntyre, pakar Kuba dan ketua bidang Ekonomi Universitas Rhode Island.

Bisnis-bisnis Eropa melihat kebijakan Amerika yang lebih keras terhadap Kuba sebagai "kesempatan bagi mereka untuk masuk ke Kuba," kata McIntyre. [sp/isa]

XS
SM
MD
LG