Tautan-tautan Akses

Militan Pakistan Ancam Tinggalkan Perjanjian Perdamaian


Militan Pakistan memrotes serangan misil oleh pesawat tak berawak Amerika (foto: dok).

Militan Pakistan memrotes serangan misil oleh pesawat tak berawak Amerika (foto: dok).

Pemimpin Militan Waziristan Utara mengritik para pemimpin Pakistan karena membiarkan Amerika Serikat melancarkan serangan misil dengan pesawat tanpa awak di wilayah itu.

Salah seorang pemimpin militan paling berkuasa yang beroperasi di wilayah kesukuan Pakistan dekat perbatasan dengan Afghanistan hari Sabtu mengancam akan keluar dari perjanjian perdamaian tidak resmi dengan pemerintah.

Dalam pernyataan yang diedarkan di Miran Shah, kota utama di wilayah kesukuan semiotonom Waziristan Utara, Hafiz Gul Bahadur mengritik para pemimpin Pakistan karena membiarkan Amerika Serikat melancarkan serangan misil dengan pesawat tanpa awak di wilayah itu dan menuduh militer mengebom warga sipil.

Bahadur menyatakan, jika pemerintah melanjutkan aksi-aksi brutal semacam itu pada masa mendatang, sukar bagi pihaknya untuk bersikap sabar.

Dalam kekerasan hari Sabtu, paling sedikit empat petugas intelijen Pakistan tewas sewaktu menyerbu sebuah tempat persembunyian militan di dekat kota militer Jhelum, sebelah selatan Islamabad.

Di pinggiran kota Peshawar, ibukota provinsi Khyber Pakhtunkhwa, sebuah ledakan bom di pos pemeriksaan polisi menewaskan seorang polisi dan melukai seorang lainnya.

Pakistan mendapat tekanan yang kian besar untuk berbuat lebih banyak agar menghancurkan tempat-tempat persembunyian militan di sepanjang perbatasan Afghanistan, setelah pasukan khusus Amerika membunuh pemimpin al-Qaida Osama bin Laden pada 2 Mei lalu di kota Abbottabad, Pakistan.

XS
SM
MD
LG