Tautan-tautan Akses

Krimea Persiapkan Referendum Penggabungan dengan Rusia


Kelompok pro-Rusia Russian memegang spanduk bertuliskan "Untuk masa depan Krimea di Rusia" di Simferopol, Krimea, Ukraina (6/3). (AP/Darko Vojinovic)
Kelompok pro-Rusia Russian memegang spanduk bertuliskan "Untuk masa depan Krimea di Rusia" di Simferopol, Krimea, Ukraina (6/3). (AP/Darko Vojinovic)

Komisi Pemilu Krimea mengatakan semua pemilih Krimea yang terdaftar memenuhi syarat untuk turut memberi suara dalam referendum tersebut.

Ketua komisi pemilihan umum Krimea, Myhkailo Malyshev, mengatakan Senin (10/3), ia akan melakukan persiapan untuk referendum penyatuan dengan Rusia.

Ia mengatakan semua pemilih Krimea yang terdaftar memenuhi syarat untuk turut memberi suara dalam referendum tersebut.

Pasukan Rusia telah memperkuat cengkeraman mereka atas Krimea, sementara penguasa di daerah yang hendak memisahkan diri itu mendorong rencana mereka untuk bergabung dengan Moskow.

Perdana Menteri sementara Ukraina bertekad Minggu untuk tidak menyerahkan satu sentimeter pun daerah itu. Arseniy Yatsenyuk berpidato di hadapan pendukung yang mengadakan rapat umum di Kyiv untuk merayakan ulang tahun ke-200 penyair dan pahlawan nasional Ukraina Taras Shevchenko.

Yatsenyuk akan bertemu Rabu dengan Presiden Amerika Barack Obama di Washington untuk membicarakan konfrontasi atas Krimea, semenanjung yang strategis di Ukraina selatan yang mayoritas penduduknya berbahasa Rusia.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pembicaraan telepon Minggu bahwa referendum yang direncanakan itu adalah ilegal dan melanggar undang-undang dasar Ukraina.
XS
SM
MD
LG