Tautan-tautan Akses

Korban Tewas Pertempuran di Afrika Tengah Capai 300 Orang


Para tentara Seleka siaga dengan senjata mereka di atas sebuah truk di Bangui, Republik Afrika Tengah (6/12).

Para tentara Seleka siaga dengan senjata mereka di atas sebuah truk di Bangui, Republik Afrika Tengah (6/12).

Jumlah korban tewas karena pertempuran dua hari di Republik Afrika Tengah (CAR) telah bertambah menjadi sedikitnya 300 orang.

Berbagai laporan kekerasan baru terus bermunculan di Republik Afrika Tengah (CAR), sementara jumlah korban tewas karena pertempuran dua hari telah bertambah menjadi sedikitnya 300 orang.

Seorang juru bicara Amnesty International, Joanna Mariner, di ibukota Republik Afrika Tengah, Bangui, memberitahu VOA bahwa orang-orang bersenjata terkait koalisi pemberontak yang menggulingkan Presiden Francois Bozize Maret lalu melakukan serangan mematikan di ibukota.

Ribuan orang, yang takut akan keselamatan mereka, telah melarikan diri ke bandara di Bangui.

Palang Merah mengatakan para pekerjanya telah mengumpulkan mayat sedikitnya 281 orang setelah dua hari terjadinya kekerasan.

Pasukan tambahan dari Perancis tiba di Republik Afrika Tengah hari Jumat (6/12) setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui penempatan lebih banyak pasukan asing untuk ikut memulihkan ketertiban.

Pasukan Perancis dan pasukan stabilisasi Uni Afrika, yang dikenal sebagai MISCA, diperkirakan akan mengirim ribuan tentara lagi ke wilayah itu.

Republik Afrika Tengah telah mengalami ketidakstabilan berpuluh-puluh tahun sejak memenangkan kemerdekaan dari Perancis tahun 1960.
XS
SM
MD
LG