Tautan-tautan Akses

Konvoi Bantuan Masuki Kota-kota Suriah yang Terkepung


Konvoi yang terdiri dari Palang Merah, Bulan Sabit dan PBB berkumpul sebelum bergerak menuju Madaya dari Damascus, dan ke al Foua dan Kefraya di provinsi Idlib, Suriah, 11 Januari 2016.

Konvoi yang terdiri dari Palang Merah, Bulan Sabit dan PBB berkumpul sebelum bergerak menuju Madaya dari Damascus, dan ke al Foua dan Kefraya di provinsi Idlib, Suriah, 11 Januari 2016.

Operasi kemanusiaan untuk mengirim makanan, obat-obatan dan selimut menuju tiga kota Suriah yang dikepung pasukan pro pemerintah dan pemberontak yang menyebabkan banyak warga meninggal karena kelaparan.

Seorang juru bicara Palang Merah Internasional mengatakan konvoi itu hari Senin memasuki Madaya dekat perbatasan Lebanon dan Fuaa dan Kafraya di provinsi Idlib dekat perbatasan dengan Turki.

Pemberontak menguasai kota Madaya dan selama berbulan-bulan pasukan pro pemerintah memblokade kota yang berpenduduk sekitar 42 ribu orang itu. Madaya terakhir kali menerima bantuan makanan bulan Oktober. PBB dan Pengamat HAM Suriah mengatakan banyak warga meninggal karena kelaparan. Organisasi bantuan Doctors Without Borders menambahkan hari Minggu lima orang lagi meninggal karena kelaparan.

Rami Abdel Rahman, pimpinan Pengamat HAM Suriah (SOHR) yang berbasis di London mengatakan kepada media Arab bahwa 49 truk bantuan sedang menuju kota Madaya yang dikuasai oposisi dan 21 lainnya menuju kota-kota Kafraya dan Foua yang dikuasai pemerintah.

Brice de le Vingne Direktur Operasi, Doctors Without Borders dalam pernyataan organisasi itu minggu lalu mengatakan Madaya kini praktis menjadi penjara terbuka bagi sekitar 20 ribu orang termasuk balita, anak-anak dan orang tua.

Di Fuaa dan Kafraya, pemberontak yang bertanggung jawab atas pengepungan yang menyebabkan rakyat disana membutuhkan bantuan mendesak.

Mengirim bantuan ketiga daerah itu hanya bantuan kecil dalam krisis kemanusiaan di Suriah. PBB mengatakan 13,5 juta orang membutuhkan bantuan. Pertempuran itu telah memaksa lebih dari empat juta warga melarikan diri dari negara itu dan 6,6 juta lainnya mengungsi di dalam negeri.

Menlu Amerika John Kerry mengatakan Amerika mendesak “semua pihak” untuk memberi akses kemanusiaan ke Madaya.

“Kita memerlukan akses penuh dan itulah yang kita sepakati dalam pertemuan Kelompok Internasional Pendukung Suriah (ISSG) di New York dan DK PBB” kata Menlu Kerry hari Senin dalam sebuah konferensi pers.

Konflik yang dimulai bulan Maret 2011 itu telah menewaskan lebih dari 250 ribu orang. Upaya terakhir masyarakat internasional untuk menengahi kesepakatan perdamaian dilakukan akhir bulan ini ketika Utusan Khusus PBB untuk Suriah berencana mempertemukan pihak-pihak yang berperang untuk melakukan perundingan damai di Jenewa. Putaran terakhir perundingan yang ditengahi PBB dua tahun lalu berakhir tanpa banyak kemajuan. [my/jm]

XS
SM
MD
LG