Tautan-tautan Akses

AS

Kerry Berusaha Redam Ketegangan AS-Israel


Menlu Amerika John Kerry berusaha meredam ketegangan diplomatik AS-Israel (foto: dok).

Menlu Amerika John Kerry berusaha meredam ketegangan diplomatik AS-Israel (foto: dok).

Menlu Amerika John Kerry hari Minggu (1/3) berupaya memperbaiki hubungan AS-Israel di tengah ketegangan diplomatik atas kunjungan PM Netanyahu.

Dua hari menjelang pidato kontroversial Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry berupaya memperbaiki hubungan kedua negara di tengah ketegangan diplomatik.

Dalam program televisi ABC “This Week”, Kerry mengatakan “tentu saja kami menyambut Perdana Menteri Israel untuk berbicara di Amerika dan kini kami memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Israel, dalam bidang keamanan, dibanding kapan pun juga dalam sejarah”.

Sebelum berangkat ke Washington hari Minggu (1/3), Netanyahu mengatakan ia sedang melakukan “misi bersejarah” untuk menghentikan dicapainya perjanjian nuklir dengan Iran. Ia diperkirakan akan menyampaikan pidato di hadapan Kongres Amerika pada hari Selasa (3/3).

Netanyahu mengejutkan Amerika awal tahun ini ketika mengumumkan kunjungannya ke Washington atas undangan Ketua DPR John Boehner, dengan mengabaikan tatacara yang biasa untuk berkoordinasi lebih dahulu dengan Gedung Putih.

Undangan oleh faksi Republik di Kongres itu telah membuat Amerika terpecah. Hampir separuh atau 48% dari warga Amerika yang disurvei oleh NBC News dan Wall Street Journal mengatakan Kongres seharusnya tidak mengundang Netanyahu untuk berbicara tanpa memberitahu Gedung Putih. Tiga puluh persen responden menilai undangan itu bisa diterima dan 22% lainnya tidak yakin.

Kerry menyebut penyimpangan dari kebiasaan dari protokol itu “ganjil dan unik”, Kerry mengatakan telah berbicara dengan Netanyahu pada hari Sabtu lalu (27/2).

Departemen Luar Negeri Amerika mengumumkan Kerry tidak akan berada di Washington ketika Netanyahu berkunjung, karena ia akan terbang ke Swiss untuk mengadakan perundingan lebih jauh dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif.

XS
SM
MD
LG