Tautan-tautan Akses

Netanyahu: Saya Hormat pada Obama, Tapi Keamanan Israel Prioritas Utama


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdoa di Dinding Barat di Kota Tua Yerusalem, 28 Februari 2015.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdoa di Dinding Barat di Kota Tua Yerusalem, 28 Februari 2015.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Sabtu (28/2), ia menghargai Presiden Barack Obama dan percaya akan hubungan eratnya dengan Amerika, tetapi ia mengatakan, keamanan Israel merupakan kewajiban utamanya.

Netanyahu melakukan ziarah yang jarang dia lakukan, berdoa di Dinding Barat, tempat tersuci di Yerusalem, sebelum kunjungan kontroversialnya ke Washington minggu depan ini.

PM Israel itu akan berpidato pada pertemuan gabungan Kongres Amerika, Selasa, atas undangan Ketua DPR Amerika, John Boehner. Tampaknya, ia akan berbicara menentang perjanjian nuklir dengan Iran.

"Sebagai Perdana Menteri Israel, adalah tanggung jawab saya untuk mengamankan Israel, maka, kami sangat menentang perundingan yang dirumuskan Iran dan kekuatan utama lain, yang dapat membahayakan keberadaan Israel," katanya pada hari Sabtu (28/2).

Merujuk Nazi pada peristiwa Holocaust, ia mengatakan, "Delapan puluh tahun lalu, tidak seorangpun membuka suara ketika ada rencana memusnahkan kita. Sekarang saya yang membuka suara dan itu kewajiban saya.”

Amerika dan mitranya negara P5 plus satu, sedang mencapai persetujuan dengan Iran untuk tetap mengembangkan senjata nuklir.

Perdana Menteri Netanyahu mengatakan, akan ada perjanjian buruk yang akan memberi Iran terlalu banyak kelonggaran dan membolehkan mereka dengan kemampuan membuat bom. Perjanjian semacam itu akan membahayakan keberadaan Israel.

Pemerintahan Obama memaksa Iran untuk tidak membuat bom, dan mengatakan, akan menjamin keselamatan Israel.

XS
SM
MD
LG