Tautan-tautan Akses

Kementerian PU akan Bentuk Tim Audit Jembatan Beresiko Tinggi

  • Fathiyah Wardah

Jembatan Kutai Kertanegara di Tenggarong, Kalimantan Timur yang ambruk minggu lalu (26/11). Kementerian PU akan mengaudit jembatan-jembatan panjang di Indonesia.

Jembatan Kutai Kertanegara di Tenggarong, Kalimantan Timur yang ambruk minggu lalu (26/11). Kementerian PU akan mengaudit jembatan-jembatan panjang di Indonesia.

Hal ini dilakukan salah satunya untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat pasca runtuhnya jembatan di Kutai Kartanegara.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membentuk tim untuk mengaudit jembatan-jembatan panjang di beberapa daerah di Indonesia. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Joko Wuryanto mengumumkan hal itu hari Kamis (1/12) di Jakarta.

Hal ini dilakukan untuk mencegah agar peristiwa ambruknya jembatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaliman Timur yang menewaskan sedikitnya 20 orang tidak terulang kembali. Selain itu, audit tersebut dilakukan juga untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat.

Joko mengatakan prioritas audit antara lain jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan dan jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Pulau Madura. Menurutnya jembatan yang akan diaudit termasuk jembatan yang selama ini merupakan aset pemerintah daerah ataupun swasta serta memiliki bentang yang cukup panjang.

Dia mengatakan jembatan milik Pemerintah Daerah dan swasta resikonya paling besar karena kemungkinan pembangunannya tidak dilakukan dengan metode yang baik. Dirjen Bina Marga mencatat sekitar 90 jembatan besar ada di Indonesia.

Tim ini kata Joko akan mulai bekerja rencanaya pada Senin (5/12) mendatang.

Joko Wuryanto menjelaskan, "Kita memobilisir tenaga ahli di PU baik itu yang struktural maupun tenaga ahli fungsional, yang dia ahli jembatan. Kita akan bagi kebeberapa jembatan kira-kira 7-10 jembatan untuk kita lihat kembali secara lebih akurat, terutama dari sisi resiko keselamatan yang ada di situ. Nantinya semua, tapi yang urgent yang kita segera lakukan ini. Ini sebenarnya lebih untuk menghindarkan kekhawatiran masyarakat."

Selanjutnya, Joko Wuryanto menyatakan penyebab ambruknya jembatan di Kutai Kartanegara hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Joko mengungkapkan, pihaknya masih memerlukan kajian yang menyeluruh terkait dengan ambruknya jembatan di Kutai Kartanegara itu.

Ambruknya jembatan seperti yang terjadi di Kutai Kartanegara tersebut kata Joko merupakan peristiwa yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Joko Wuryanto menambahkan, "Jadi nanti kita lihat pertama traffic-nya, apa masih diperlukan atau tidak kemungkinan besar masih diperlukan. Kemudian resiko atau akibat dari runtuhnya ini, fondasinya gimana kita cek terus apakah masih digunakan kembali atau tidak. Masih banyak kajian-kajian teknis yang harus kita lakukan yah, sebelum kita bisa membuat satu keputusan mau diapakan yang sekarang ini.

Sementara, Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Davy Sukamta menyatakan jembatan beresiko tinggi di Indonesia harus mendapat pemeliharaan yang baik dan benar. Dia juga menilai penyebab runtuhnya Jembatan di Kutai Kartanegara diduga lebih disebabkan oleh sambungan antara tali gantungan ke jembatan yang lemah.

"Kalau yang tidak konvensional ini harus lebih hati-hati karena treatment-nya pasti berbeda. Kalau yang konvensional gampang tinggal dilihat berkarat nggak, bautnya ada yang hilang dan sebagainya. Misalnya jembatan gantung, kan gantungannya itu adalah berupa tumpuan. Kalau gantungan kita satu kenceng, satu kendor tumpuannya kan jadi tidak bekerja. Yang memelihara juga harus mengerti bahwa kencengnya harus sama, cara kencengin-nya bagaimana, harus ada prosedur yang baik," ujar Davy Sukamta.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur akan kembali membangun jembatan baru setelah ambruknya jembatan yang membentang di Sungai Mahakam pada 26 November lalu. Jembatan baru akan dibangun dengan biaya sekitar Rp 300 miliar.

XS
SM
MD
LG