Tautan-tautan Akses

Kelompok-Kelompok HAM Desak Presiden AS Mendatang Prioritaskan HAM


Capres AS dari Partai Republik Mitt Romney (kiri) dan Presiden Barack Obama. Menurut para aktivis HAM, siapapun Presiden AS mendatang akan menghadapi tantangan kritis dalam memajukan HAM.

Capres AS dari Partai Republik Mitt Romney (kiri) dan Presiden Barack Obama. Menurut para aktivis HAM, siapapun Presiden AS mendatang akan menghadapi tantangan kritis dalam memajukan HAM.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan Presiden Amerika berikutnya akan menghadapi tantangan kritis dalam memajukan Hak Asasi Manusia.

Menurut para aktivis HAM, tantangan-tantangan itu termasuk pencegahan genosida dan kekejaman, perlindungan hak asasi manusia di dalam dan luar negeri, perlakuan yang adil terhadap imigran dan pengungsi, serta penghentian kekerasan berbasis gender.

Freedom House, Connect US Fund, Human Rights Watch dan Human Rights Working Group (Kelompok Kerja HAM) mengirimkan dokumen kebijakan yang berisi daftar tantangan kepada staf kampanye pemilihan Presiden Barack Obama dan saingannya dari partai Republik, Mitt Romney. Dua puluh dua organisasi HAM atau aktivis HAM terkemuka menandatangani dokumen kebijakan itu.

Kelompok-kelompok itu hari Rabu mengatakan kepemimpinan Amerika sangat penting jika dunia ingin mencapai kemajuan dalam tantangan-tantangan itu. Mereka mengatakan bahwa hak asasi manusia harus memiliki peran penting dalam kebijakan luar negeri Amerika.

Mereka mengatakan tidak peduli siapa yang memenangkan pemilihan presiden Amerika November mendatang, pemerintahan berikutnya hendaknya menetapkan prioritas dan kebijakan yang jelas mengenai hak asasi manusia.

Dokumen itu mengatakan, "Hak asasi manusia mempengaruhi hampir setiap aspek keterlibatan Amerika di luar negeri. Pemerintah negara-negara yang melanggar HAM membuat mitra-mitra yang tidak stabil dan tidak dapat diandalkan dalam berbagai kepentingan Amerika, dari bisnis sampai pengawasan senjata dan kontra-terorisme."
XS
SM
MD
LG