Tautan-tautan Akses

AS

Romney Tentang Upaya Iran Peroleh Senjata Nuklir


Presiden Israel Shimon Peres (kiri), berjabat tangan dengan calon presiden dari Partai Republik Mitt Romney setelah pertemuan di Yerusalem (foto, 29/7/2012).

Presiden Israel Shimon Peres (kiri), berjabat tangan dengan calon presiden dari Partai Republik Mitt Romney setelah pertemuan di Yerusalem (foto, 29/7/2012).

Dalam kunjungan ke Israel hari Minggu (29/7), capres AS dari partai Republik Mitt Romney menegaskan sikapnya bahwa upaya Iran untuk memperoleh senjata nuklir adalah hal yang tidak bisa diterima.

Romney membuat pernyataan itu dalam kemunculannya bersama Presiden Israel Shimon Peres. Ia berkomentar, “Kami sangat khawatir dengan pembangunan kemampuan nuklir Iran dan merasa tidak bisa menerima Iran menjadi negara yang punya senjata nuklir. Ancaman yang diarahkan Iran ke Israel, ke kawasan itu, dan dunia tak tertandingi dan tidak bisa diterima.”

Mantan gubernur Massachusetts itu sedang melakukan lawatan ke Inggeris, Israel, dan Polandia yang menurut para analis, sebagian dimaksudkan untuk menunjukkan kepiawaianannya dalam politik luar negeri.

Dalam komentar-komentar terbukanya di Israel, ia tidak berbicara lebih jauh sebagaimana dilakukan penasehat politik luar negerinya, Dan Senor, yang menyebutkan kepada wartawan bahwa apabila terpilih sebagai presiden Romney tidak akan berusaha mencegah Israel kalau negara itu bermaksud menyerang Iran.

Kandidat presiden itu menolak mengulangi pernyataan itu ketika muncul di televisi CBS, alasannya ia tidak mau menyimpang dari kebijakan resmi Amerika dalam lawatan luar negerinya itu. Pemerintahan Obama tidak mendukung tindakan militer apapun terhadap Iran karena perundingan masih berlangsung, dan Romney nampaknya mendukung pendekatan itu.

Iran mengatakan program nuklirnya untuk penelitian damai, tetapi para pakar asing yakin program pengayaan uraniumnya dirancang untuk membawa negara itu ke ambang kepemilikan senjata nuklir, dan sebagian pihak yakin hanya dalam hitungan bulan Iran sudah bisa membangun bom nuklir jika para pemimpinnya ingin melakukannya.

Setelah pertemuan dengan Romney pada awal lawatannya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu nampaknya juga mengisyaratkan ia mempertimbangkan sanksi ekonomi dan ancaman tindakan militer untuk mendorong Iran agar mengubah kebijakan nuklirnya. Namun Netanyahu mengisyaratkan, ia sangat pesimistis pendekatan itu akan berhasil.

Ia mengatakan, “Kita harus jujur dan mengatakan, semua sanksi dan diplomasi, sejauh ini, tidak berhasil sedikit pun membuat Iran mengurungkan program nuklirnya. Itulah sebabnya saya berpendapat kita membutuhkan sebuah ancaman militer yang kuat dan dapat diandalkan bersama sanksi-sanksi agar tercipta kesempatan untuk mengubah situasi itu,”

Pembicaraan antara Iran dan tim negara yang ditunjuk PBB didemosikan ke tingkat “pakar” karena para perunding senior tidak bisa mencapai kemajuan apa pun dalam dua pertemuan baru-baru ini. Namun, perundingan itu secara resmi belum macet.

Romney akan dikukuhkan secara resmi sebagai calon presiden oleh Partai Republik pada akhir bulan depan, dan ia diperkirakan akan bersaing ketat dengan calon Partai Demokrat, Presiden Barack Obama, dalam pemilihan bulan November. Suara para pendukung Israel akan berperan penting bagi kedua kandidat itu, tetapi dukungan untuk Israel hanyalah salah satu di antara sekian banyak isu politik luar negeri, yang dalam hal ini perbedaannya kecil atau tidak ada di antara kedua partai itu.

Setelah persinggahannya di Israel, Romney akan berkunjung ke Polandia hari Senin untuk bertemu pemimpin-pemimpin salah satu sekutu utama Amerika di Eropa. Ia juga akan mengunjungi tempat-tempat peringatan terkait Perang Dunia Kedua dan Gerakan Solidaritas Polandia, yang memelopori revolusi melawan kekuasaan komunis.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG