Tautan-tautan Akses

Radovan Karadzic Kecam Putusan Kejahatan Perang


Mantan pemimpin Bosnia-Serbia Radovan Karadzic dalam pengadilan di Den Haag, Belanda (foto: dok).

Mantan pemimpin Bosnia-Serbia Radovan Karadzic dalam pengadilan di Den Haag, Belanda (foto: dok).

Mantan pemimpin Bosnia-Serbia Radovan Karadzic menyatakan bahwa ia tidak bersalah, dan mengecam putusan terhadapnya sebagai hal yang “mengerikan”.

Mantan pemimpin Bosnia-Serbia Radovan Karadzic meminta dibebaskan dari penjara, menunggu banding atas putusan genosida dan kejahatan keji lain, dengan mengatakan penahanannya telah mengganggu kesehatannya.

Ketika menyampaikan pernyataan dalam sidang dengar pendapat di Pengadilan Kejahatan Perang Yugoslavia hari Rabu (6/4) di Den Haag, Karadzic kembali menyatakan bahwa ia tidak bersalah, dan mengecam putusan terhadapnya sebagai hal yang “mengerikan”.

Ia juga mengeluhkan kondisi penjara dan meminta sebuah laptop baru untuk membantunya mempersiapkan kasusnya.

Hakim Theodor Meron menolak permintaan pembebasannya, tetapi mengatakan akan memerintahkan petugas berwenang memeriksa kondisi fasilitas penjara.

“Saya minta agar masa penahanan saya di penjara ditangguhkan dan seharusnya saya dibebaskan sambil menunggu keputusan hukum untuk menegakkan atau membatalkan keputusan ini, yang sedemikian buruknya dan tidak akan diputuskan oleh mahasiswa tingkat pertama sekalipun," protes Karadzic.

Radovan Karadzic dinyatakan bersalah bulan lalu atas kejahatan-kejahatan keji Serbia dalam Perang Bosnia antara tahun 1992-1995 yang menewaskan sedikitnya 100 ribu orang. Ia dihukum 10 tahun penjara.

Pengadilan Kriminal Internasional PBB bagi mantan pemimpin Yugoslavia itu mengatakan Karadzic dinilai bertanggungjawab terhadap genosida dalam pembantaian massal di Srebrenica tahun 1995, ketika pasukan Serbia membunuh 8.000 laki-laki dan anak laki-laki Muslim, dalam apa yang disebut sebagai kejahatan paling buruk di Eropa sejak holocaust. [em]

XS
SM
MD
LG