Tautan-tautan Akses

Kapal Perang AS akan Kunjungi Selandia Baru


Wapres AS Joe Biden memeriksa pasukan kehormatan dalam kunjungan di Auckland, Selandia Baru, Kamis (21/7).

Wapres AS Joe Biden memeriksa pasukan kehormatan dalam kunjungan di Auckland, Selandia Baru, Kamis (21/7).

Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika akan mengunjungi Selandia Baru akhir tahun ini, mengakhiri kebuntuan selama tiga dekade terkait kebijakan bebas nuklir negara di Pasifik Selatan itu.

Perdana Menteri Selandia Baru, John Key Kamis (21/7) mengumumkan dalam konferensi pers bersama dengan Wakil Presiden Amerika Joe Biden yang sedang berkunjung bahwa Washington telah menerima undangan untuk berpartisipasi dalam acara peringatan ulang tahun ke-75 Angkatan Laut Selandia Baru pada November mendatang.

Sebuah kapal Angkatan Laut Amerika belum pernah merapat lagi di pelabuhan Selandia Baru sejak pertengahan 1980-an, ketika kebijakan bebas nuklir negara itu mulai berlaku. Karena Amerika Serikat tidak mengukuhkan maupun menolak apakah kapal-kapalnya berkekuatan nuklir atau membawa senjata nuklir, seluruh kapal Angkatan lautnya praktis dilarang memasuki perairan Selandia Baru.

Amerika Serikat dan Australia menganggap kebijakan Selandia Baru itu sebagai pelanggaran atas perjanjian kerjasama pertahanan tiga pihak ANZUS (Australia, Selandia Baru dan Amerika), dan Washington membekukan kewajiban-kewajibannya berdasarkan perjanjian ANZUS itu terhadap Selandia Baru pada tahun 1986.

Meskipun terjadi keretakan tersebut, kedua negara mempertahankan hubungan diplomatik yang erat, dan Selandia Baru mendukung upaya-upaya militer pimpinan Amerika di Afghanistan dan Irak.

Biden mengatakan undangan itu merupakan pernyataan lain mengenai hubungan kedua negara yang erat dan kooperatif.

Berdasarkan kebijakan tersebut, Perdana Menteri Key harus memastikan bahwa sebuah kapal angkatan laut negara asing bebas nuklir sebelum kunjungan kapal tersebut disetujui. [uh]

XS
SM
MD
LG