Tautan-tautan Akses

Kantor HAM PBB Prihatin atas Krisis di Ukraina Timur

  • Lisa Schlein

Rupert Colville, juru bicara Komisariat HAM PBB (OHCHR). Laporan OHCHR mendapati sekurangnya 262 orang tewas antara 13-21 Januari dengan rata-rata 29 orang tewas per hari dalam krisis di Ukraina Timur.

Rupert Colville, juru bicara Komisariat HAM PBB (OHCHR). Laporan OHCHR mendapati sekurangnya 262 orang tewas antara 13-21 Januari dengan rata-rata 29 orang tewas per hari dalam krisis di Ukraina Timur.

Komisariat HAM PBB mengatakan pertempuran yang sekarang berlangsung di Ukraina timur paling mematikan sejak pemerintah dan pemberontak yang didukung Rusia mengumumkan gencatan senjata tanggal 5 September lalu.

Komisariat HAM PBB (OHCHR) melaporkan sekurangnya 262 orang tewas antara tanggal 13 Januari sampai 21 Januari dengan rata-rata 29 orang tewas per hari. Menurut kantor HAM PBB itu 5000 orang telah tewas sejak konflik di Ukraina timur dimulai pertengahan bulan April tahun lalu. OHCHR mengatakan jumlah ini mungkin jauh lebih kecil dan khawatir jumlah sebenarnya orang yang tewas lebih tinggi.

Selain itu, OHCHR mengatakan hampir 11 ribu orang luka-luka antara pertengahan April tahun lalu sampai Januari 2015. Dikatakan bahwa gencatan senjata 5 September, yang ditandatangani di Minsk, Belarus ambruk dan peningkatan jelas pertempuran sejak pertengahan Januari makin memperbesar ancaman warga sipil terjebak dalam pertempuran tersebut.

Komisariat mengatakan pemerintah dan pemberontak dilaporkan menggunakan tank-tank dan artileri berat di kawasan Donetsk khususnya di sekitar bandara. Juru bicara Komisariat Rupert Colville mengatakan ada juga laporan pemboman di beberapa kota di kawasan Luhansk.

“OHCHR prihatin mengenai tidak dijalankannya 12 ketentuan Protokol Minsk dan berlanjutnya kehadiran pejuang asing di Ukraina timur, termasuk dilaporkan, tentara dari Federasi Rusia dan kehadiran persenjataan berat yang canggih di daerah-daerah yang padat penduduk yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata. Warga sipil yang ditahan atau terjebak di daerah-daerah ini sangat tidak dihormati hak-haknya dan tidak mendapat perlindungan hukum,” kata Colville.

Colville mengatakan OHCHR juga prihatin mengenai dampak pada warga sipil atas keputusan Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina baru-baru ini, untuk membatasi pergerakan orang masuk dan keluar di daerah-daerah yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata.

Sementara itu Komisariat Tinggi Urusan Pengungsi (UNHCR) juga menyampaikan keprihatinan ini dan meminta akses tak terbatas di Ukraina timur. UNHCR mengatakan peraturan baru pemerintah Ukraina dalam memberi izin masuk membatasi gerak badan-badan bantuan kemanusiaan untuk bergerak bebas membantu orang-orang yang memerlukan bantuan.

Juru bicara UNHCR Karin de Gruijl mengatakan peraturan baru itu memperparah penderitaan ratusan ribu pengungsi di dalam negeri. Ia memperingatkan situasinya makin mendekati krisis kemanusiaan yang besar.

Pemerintah Ukraina mengatakan jumlah pengungsi di Ukraina kini berkisar dari 659 ribu sampai 921 ribu orang. Pihak berwenang Rusia melaporkan sekitar setengah juta warga Ukraina melarikan diri dari negara mereka. Rusia mengatakan termasuk diantaranya, sekitar 245. 500 warga Ukraina telah mengajukan permintaan suaka.

XS
SM
MD
LG