Tautan-tautan Akses

Jutaan Orang Derita Kelaparan akibat Kemarau di Zimbabwe

  • Lisa Schlein

Desa Chivi di Zimbabwe mengalami kekeringan parah akibat kemarau di sana (foto: dok).

Desa Chivi di Zimbabwe mengalami kekeringan parah akibat kemarau di sana (foto: dok).

PBB mengatakan, hampir tiga juta orang di Zimbabwe menderita kelaparan akibat musim kemarau, dan jumlahnya diperkirakan melampaui empat juta penduduk saat dampak penuh dari "El Nino" terjadi di sana.

Koordinator PBB untuk Zimbabwe Bishow Parajuli mengatakan dampak hujan sedikit dan panen buruk menyusul kemarau dua tahun terlihat di Mtabeleland dan daerah kering lainnya.

“Saya baru-baru ini mengunjungi daerah itu dengan sejumlah donor dan dutabesar. Kita benar-benar bisa melihat keputus-asaan dan keparahan situasi di sana,” kata Parajuli.

Beberapa minggu lalu, PBB menyerukan penggalangan dana sebesar $ 360 juta untuk memberi bantuan bagi lebih dari tiga juta penduduk. Kebutuhan prioritas adalah makanan, air, layanan kesehatan, nutrisi, sanitasi, serta perlindungan.

Parajuli mengatakan, sejauh ini $ 70 juta sudah diperoleh, jadi masih kurang $ 290 juta lagi. Katanya, penting agar donor menanggapi seruan ini secara serius dan segera.

“Mengingat Zimbabwe adalah negera tanpa batas lautan dan juga seluruh kawasan Afrika selatan terkena dampak El Nino, serta kurangnya persediaan jagung, penting untuk merencanakan impor dan mata rantai distribusi. Jadi, penanggapan secepat mungkin benar-benar membantu menyelamatkan nyawa dan penderitaan penduduk,” tambahnya.

Parajuli mengatakan, dia khususnya khawatir dengan musim panceklik antara September dan Maret. Ini merupakan periode di antara dua musim panen, saat-saat stok pangan berada pada tingkat terendah.

Katanya, rakyat akan sangat terpukul oleh kekurangan pangan, dan banyak tidak bisa mengandalkan ternak mereka sebagai opsi penyelamatan hidup karena puluhan ribu sudah tewas akibat kekurangan air dan lapangan rumput. [jm]

XS
SM
MD
LG